TRENGGALEK, bioztv.id – Jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Trenggalek yang menghentikan operasional kembali bertambah. Hingga saat ini, 13 dapur memilih berhenti sementara akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Keterlambatan pencairan anggaran periode 8–20 Desember 2025 memicu kondisi tersebut. Sejak pertengahan Desember 2025, sejumlah pengelola dapur menghentikan aktivitas produksi makanan bagi peserta didik karena tidak mampu lagi menalangi biaya operasional.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyebut saat ini Trenggalek memiliki 50 dapur SPPG yang telah terbentuk dan berstatus aktif. Namun, tidak semua dapur mampu bertahan tanpa dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Ada 13 dapur yang menghentikan sementara operasional mulai tanggal 15, 16, dan 18 Desember. Sementara itu, 37 dapur lainnya tetap beroperasi dengan menggunakan anggaran masing-masing,” ujar Saeroni.
Dapur Bertahan dengan Dana Sendiri
Saeroni menegaskan bahwa hingga kini BGN belum mencairkan dana operasional untuk seluruh dapur SPPG di Trenggalek. Kondisi keuangan yang berbeda membuat sebagian dapur masih mampu menutup biaya produksi secara mandiri, sementara dapur lainnya memilih berhenti sementara.
“Semua dapur belum menerima pencairan anggaran. Sebagian masih bisa bertahan dengan dana sendiri, namun sebagian lainnya tidak mampu dan akhirnya menghentikan layanan sementara,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap pengelola dapur mengambil keputusan secara mandiri dengan mempertimbangkan kemampuan finansial masing-masing. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan dapur-dapur tersebut kembali beroperasi.
Pengelola Sudah Memberi Tahu Sekolah
Saeroni memastikan para pengelola dapur telah menyampaikan informasi penghentian sementara layanan MBG kepada pihak sekolah penerima manfaat agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
Adapun 13 dapur SPPG yang berhenti sementara tersebar di sejumlah kecamatan, dengan rincian sebagai berikut:
Berhenti per 15 Desember 2025 (9 dapur):
- Kecamatan Panggul: SPPG Bodag, SPPG Sawahan
- Kecamatan Dongko: SPPG Petung
- Kecamatan Trenggalek: SPPG Karangsoko 2, Karangsoko 3, SPPG Surodakan
- Kecamatan Durenan: SPPG Kamulan
- Kecamatan Pule: SPPG Pule
- Kecamatan Kampak: SPPG Bendoagung 2
Berhenti per 16 Desember 2025 (3 dapur):
- Kecamatan Tugu: SPPG Trenggalek Tugu Tumpuk
- Kecamatan Trenggalek: SPPG Surodakan
- Kecamatan Panggul: SPPG Nglebeng
Berhenti per 18 Desember 2025 (1 dapur):
- Kecamatan Bendungan: SPPG Srabah
Target Hampir Tercapai, Keberlanjutan Jadi Tantangan
Meski sejumlah dapur menghentikan operasional sementara, Saeroni menilai capaian pembentukan dapur MBG di Trenggalek hampir mendekati target awal.
“Target awal sekitar 60 dapur. Saat ini sudah terbentuk 50 dapur. Dari sisi jumlah, capaian ini sudah mendekati target,” pungkasnya. (CIA)
Views: 86
















