TRENGGALEK, bioztv.id – Timbunan sampah yang terus meningkat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Setiap hari, petugas mengangkut sekitar 51 ton sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Di sisi lain, tingkat pengolahan sampah di daerah ini masih belum mencapai 40 persen.
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Trenggalek mengajak masyarakat mengubah pola pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Pemerintah mendorong warga mulai memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal mengurangi beban TPA.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek, Cusi Kurniawati, menyampaikan ajakan tersebut saat mengikuti upacara Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 secara nasional melalui telekonferensi. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” (Now for Climate).
Menurut Cusi, rumah tangga memegang peran utama dalam menyelesaikan persoalan sampah karena menjadi sumber terbesar penghasil limbah sehari-hari.
“Kami berharap masyarakat mulai membangun kesadaran untuk memilah sampah langsung dari sumbernya. Langkah sederhana ini dapat mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Cusi Kurniawati, Sabtu (6/6/2026).
Sampah Organik Jadi Kompos, Anorganik Jadi Sumber Penghasilan
Cusi menjelaskan, warga dapat mengolah sampah organik secara mandiri menjadi pupuk kompos dengan memanfaatkan komposter, lubang biopori, maupun metode sederhana lainnya.
Sementara itu, warga dapat menyetorkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus bekas, dan logam ke bank sampah atau program daur ulang untuk mendapatkan nilai ekonomi tambahan
“Sampah anorganik memiliki nilai ekonomi. Warga bisa memperoleh tambahan penghasilan melalui bank sampah atau sistem daur ulang yang tersedia,” katanya.
Menurutnya, petugas idealnya hanya mengangkut sampah residu ke TPA, yakni sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan atau didaur ulang kembali.
Jika masyarakat konsisten memilah sampah sejak awal, volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang secara signifikan
“Ketika masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, armada pengangkut hanya membawa sampah residu ke TPA. Cara ini efektif mengurangi penumpukan sampah dan mencegah praktik open dumping,” jelasnya.
Pemkab Dorong Gerakan Massal Pengelolaan Sampah
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan.
“Kita harus menjadikan Hari Lingkungan Hidup sebagai gerakan nyata. Lingkungan hidup sangat menentukan masa depan kita, dan persoalan sampah harus kita tangani bersama,” ujar Edy.
Edy juga mengajak warga membiasakan pemisahan tiga jenis sampah sejak dari rumah, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu.
Pemkab Perluas Program Sangu Sampah di Sekolah
Pemkab Trenggalek terus memperluas edukasi pengelolaan sampah melalui berbagai program. Salah satu program unggulan yang terus berkembang adalah Sangu Sampah di lingkungan sekolah.
Melalui program tersebut, pemerintah menanamkan budaya memilah sampah sejak usia dini sekaligus mengenalkan konsep pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi.
“Kami terus melakukan sosialisasi mulai dari tingkat keluarga, lingkungan RT, hingga sekolah. Program Sangu Sampah kami harapkan mampu membentuk kebiasaan positif bagi generasi muda,” kata Edy.
Alokasikan Anggaran untuk Perbaikan Armada Sampah
Selain mengedukasi masyarakat, Pemkab Trenggalek juga memperkuat sarana pengelolaan sampah. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sejumlah armada pengangkut sampah yang mengalami kerusakan.
Edy mengakui keterbatasan fiskal daerah masih menjadi tantangan. Namun, pemerintah tetap berupaya menjaga kualitas layanan kebersihan bagi masyarakat.
“Kami terus mencari solusi untuk memperbaiki sarana yang ada, termasuk armada pengangkut sampah. Meski kami melakukannya secara bertahap, kami tetap menjaga layanan kebersihan agar berjalan optimal,” tegasnya.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Trenggalek berharap masyarakat semakin sadar mengelola sampah secara mandiri. Pemerintah menilai kolaborasi antara warga dan pemerintah menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Mari bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan sendiri. Jika gerakan ini dimulai dari rumah masing-masing, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan Trenggalek,” pungkas Cusi.(CIA)
Views: 8

















