TRENGGALEK, bioztv.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali bergerak setelah tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi beroperasi lagi mulai Senin (2/6/2026). Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur tersebut karena pengelola belum memenuhi standar fasilitas pengolahan limbah.
Keputusan BGN mengaktifkan kembali tiga dapur itu sekaligus membuka kembali pencairan dana insentif operasional harian yang sebelumnya sempat terhenti selama masa suspend.
Yayasan Garuda Pelita menaungi tiga dapur yang berhasil keluar dari status suspend tersebut, yakni SPPG Watulimo Tasikmadu 3, SPPG Suruh 2, dan SPPG Panggul Banjar 2.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, membenarkan bahwa BGN telah mengizinkan kembali ketiga dapur tersebut untuk melayani masyarakat setelah pengelola menyelesaikan pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Benar, per hari ini 2 Juni, tiga SPPG sudah kembali beroperasi, yaitu unit Watulimo Tasikmadu 3, Suruh 2, dan Panggul Banjar 2,” ujar Sunarto saat memberikan konfirmasi resmi.
Sunarto menegaskan bahwa masalah utama yang memicu suspend sebelumnya murni berkaitan dengan sistem IPAL, bukan kualitas makanan maupun tenaga pengawas gizi.
“Pengelola sudah kembali mengoperasikan dapur karena mereka menyelesaikan perbaikan sistem IPAL. Suspend kemarin memang murni dipicu persoalan IPAL,” jelasnya.
Ia mengatakan pengelola bergerak cepat memasang dan menyempurnakan fasilitas pengolahan limbah agar memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Mereka sudah memasang baru dan membenahi sistem IPAL supaya lebih ramah lingkungan,” imbuh Sunarto.
SLHS Masih Berproses, Operasional Tetap Berjalan
Meski kembali aktif, pengelola tiga dapur tersebut masih menyelesaikan proses administrasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, kondisi itu tidak menghambat aktivitas dapur karena pengelola telah memenuhi rekomendasi teknis di lapangan.
“Untuk dokumen SLHS, saat ini pengelola masih menjalani proses administrasi. Tetapi operasional dapur tetap berjalan karena mereka sudah memenuhi syarat teknis,” terang Sunarto.
Dalam kesempatan itu, Sunarto juga membantah isu yang menyebutkan BGN menjatuhkan sanksi karena dapur MBG tidak memiliki pengawas gizi.
“Kami sudah menempatkan tenaga pengawas gizi di seluruh dapur sejak awal program berjalan. Jadi, suspend kemarin sama sekali bukan karena masalah pengawas gizi,” tegasnya.
13 Dapur Lain Masih Berjuang Keluar dari Suspend
Satgas MBG Trenggalek mencatat sebanyak 59 dari total 72 dapur MBG kini aktif melayani masyarakat. Sementara itu, 13 dapur lainnya masih menjalani masa suspend karena pengelola belum menyelesaikan pembenahan fasilitas pendukung, terutama IPAL.
Saat ini, para pengelola terus mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan limbah dan melengkapi dokumen administrasi agar BGN kembali mengizinkan mereka beroperasi.
“Untuk 13 dapur yang masih suspend, pengelola sedang kebut memenuhi persyaratan yang kurang, terutama pembangunan IPAL. Bahkan beberapa dapur sudah mengajukan permohonan operasional kembali,” papar Sunarto.
Sebelumnya, BGN menghentikan pencairan dana insentif operasional harian senilai jutaan rupiah kepada dapur yang terkena suspend. Karena itu, aktifnya kembali tiga dapur tersebut menjadi angin segar bagi yayasan pengelola maupun siswa penerima manfaat di Trenggalek.
Satgas MBG Trenggalek berharap keberhasilan tiga dapur tersebut mampu memacu dapur lain untuk segera menyelesaikan pembenahan fasilitas. Dengan begitu, seluruh layanan Program Makan Bergizi Gratis di bumi Menak Sopal bisa kembali berjalan normal dan merata.(CIA)
Views: 23

















