TRENGGALEK, bioztv.id – Keluarga jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek masih harus bersabar menanti kepulangan sanak saudara mereka dari Tanah Suci. Hingga pekan pertama Juni 2026, seluruh jemaah haji asal Trenggalek masih menetap di Kota Makkah dan belum bergeser menuju Madinah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah, menjelaskan bahwa petugas baru akan memberangkatkan jemaah menuju Madinah sekitar delapan hari sebelum jadwal pemulangan ke Indonesia.
“Saat ini posisi jemaah haji Trenggalek masih berada di Makkah. Petugas baru akan memberangkatkan mereka ke Madinah sekitar delapan hari sebelum jadwal kepulangan,” ujar Subkan Hamzah saat memberikan keterangan pers di kantornya.
Subkan mengatakan, panitia menjadwalkan kepulangan jemaah haji asal Trenggalek ke Indonesia pada 28 Juni 2026. Jika seluruh proses perjalanan berjalan lancar, rombongan diperkirakan tiba di Trenggalek pada malam hari.
“Kami menjadwalkan pemulangan jemaah pada 28 Juni. Perkiraan kami, jemaah tiba di Trenggalek sekitar pukul 22.00 WIB hingga 23.00 WIB,” jelasnya.
Transit di Asrama Haji Surabaya
Subkan menjelaskan, dua kelompok terbang (kloter) jemaah asal Trenggalek akan transit terlebih dahulu di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Trenggalek.
Berdasarkan jadwal penerbangan, Kloter 105 akan tiba di asrama haji sekitar pukul 17.25 WIB. Sementara Kloter 106 menyusul sekitar pukul 18.05 WIB.
Karena jeda kedatangan antar-kloter cukup ideal, pihak Kemenhaj memperkirakan proses administrasi di asrama haji tidak akan memakan waktu lama.
“Kalau seluruh skema berjalan lancar, jemaah kemungkinan bisa langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Trenggalek tanpa terlalu lama berada di asrama,” katanya.
Untuk proses penjemputan, Kemenhaj Trenggalek tetap menyiapkan armada bus khusus dengan pengawalan patroli kepolisian seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kami tetap menyiapkan armada bus dan pengawalan patwal demi menjamin keamanan jemaah. Namun, kami baru akan mematangkan koordinasi teknis bersama pemerintah daerah dan instansi terkait menjelang hari kepulangan,” imbuhnya.
Kemenag Minta Jemaah Waspadai Cuaca Ekstrem
Selain menyiapkan proses pemulangan, Kemenhaj Trenggalek juga terus mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik selama berada di Arab Saudi. Cuaca ekstrem di Makkah dan Madinah saat ini menjadi perhatian utama tim pendamping.
Subkan meminta seluruh jemaah membatasi aktivitas berat di luar ruangan agar tidak mengalami dehidrasi maupun kelelahan.
“Meskipun jemaah sudah menyelesaikan seluruh rangkaian utama ibadah haji, mereka tetap wajib menjaga kondisi tubuh sampai benar-benar kembali ke tanah air,” tegasnya.
Ia juga meminta jemaah selalu menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar hotel.
“Kalau terpaksa keluar ruangan, kami berharap jemaah memakai payung, membawa semprotan air, atau menggunakan pakaian pelindung agar tubuh tidak terlalu terpapar panas matahari,” pungkasnya.(CIA)
Views: 4

















