Sejak Kena Suspend, Belum Ada Kepastian 13 Dapur MBG di Trenggalek Ini Akan Beroperasi Lagi

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Badan Gizi Nasional (BGN) hingga kini masih menahan izin operasional 13 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Para pengelola dapur belum bisa memastikan kapan layanan kembali berjalan normal karena mereka masih menghadapi persoalan serius terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan standar sanitasi.

Sebagian besar pengelola saat ini fokus membenahi fasilitas pengolahan limbah serta melengkapi syarat sanitasi yang menjadi standar wajib dari pemerintah pusat.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto, mengatakan para pengelola dapur terus mempercepat pembenahan infrastruktur sambil menunggu hasil evaluasi ulang dari Badan Gizi Nasional.

“Saat ini BGN masih menetapkan status suspend untuk 13 SPPG. Sebagian pengelola masih giat melengkapi persyaratan, terutama pembenahan IPAL, dan beberapa di antaranya sudah melayangkan permohonan resmi untuk beroperasi kembali,” ujar dr. Sunarto saat memberikan keterangan.

Dari total 72 dapur MBG yang tersebar di seluruh wilayah Trenggalek, sebanyak 59 dapur kini aktif mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat. Sementara itu, 13 dapur lainnya masih menghentikan operasional sementara hingga pengelola menyelesaikan seluruh pembenahan yang diminta BGN.

Sunarto menegaskan bahwa BGN memegang kewenangan penuh dalam menentukan pencabutan status suspend. Tim dari BGN akan melakukan verifikasi lapangan sebelum memutuskan dapur tersebut boleh kembali beroperasi.

“BGN memegang otoritas penuh untuk mencabut status suspend setelah mereka menyelesaikan evaluasi dan verifikasi lapangan,” katanya.

Tiga Dapur MBG Sudah Kembali Beroperasi

Di tengah masih berlangsungnya sanksi suspend, tiga dapur MBG di bawah naungan Yayasan Garuda Pelita Nusantara berhasil kembali beroperasi mulai 2 Juni 2026. Pengelola berhasil memperbaiki sistem IPAL sesuai standar yang ditetapkan BGN.

Ketiga dapur tersebut meliputi SPPG Watulimo Tasikmadu 3, SPPG Suruh 2, dan SPPG Panggul Banjar 2.

“Ketiga SPPG tersebut berhasil memperbaiki sistem IPAL mereka dengan baik, sehingga BGN langsung mencabut status suspend,” jelas Sunarto.

Meski kembali aktif memproduksi makanan bergizi, pengelola tiga dapur tersebut masih menyelesaikan proses administrasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Untuk dokumen SLHS, saat ini pengelola masih dalam proses pengurusan,” imbuhnya.

Sunarto kembali menegaskan bahwa persoalan utama suspend bukan berasal dari kualitas makanan maupun tenaga pengawas gizi. Menurutnya, masalah utama justru terletak pada kesiapan infrastruktur dan sistem pengolahan limbah dapur.

“Kami sudah menempatkan pengawas gizi sejak awal operasional program berjalan. Jadi, persoalan utamanya memang terletak pada IPAL dan kesiapan infrastruktur bangunan,” tegas Sunarto.

Dalam dokumen evaluasi resmi BGN, sanksi suspend kategori mayor menyasar dapur-dapur yang membutuhkan pembenahan besar. Penilaian tersebut mencakup higienitas sanitasi, kelayakan bangunan, hingga standar keamanan pangan.

Daftar 13 Dapur MBG di Trenggalek yang Masih Suspend

  1. SPPG Karangsoko 3 Trenggalek – Yayasan Taruna Peduli Indonesia
  2. SPPG Karangsoko 2 Trenggalek – Yayasan Taruna Peduli Indonesia
  3. SPPG Srabah Bendungan – Yayasan Bamboo For Future
  4. SPPG Masaran Munjungan – Yayasan Taruna Peduli Indonesia
  5. SPPG Kedunglurah Pogalan – Yayasan Abinaya Alzam
  6. SPPG Parakan Trenggalek – Yayasan Abinaya Alzam
  7. SPPG Sumberingin Karangan – Yayasan Darussalam Sumberingin
  8. SPPG Tumpuk Tugu – Yayasan Elnaba Aba Husada
  9. SPPG Ngantru 2 Trenggalek – Yayasan Al-Falah Ngrayun
  10. SPPG Jombok 2 Pule – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah
  11. SPPG Jombok Pule – Yayasan Abinaya Alzam
  12. SPPG Nglebeng Panggul – Yayasan Bamboo For Future
  13. SPPG Sumbergayam Durenan – Yayasan Darussalam Al-Yunusiah

Satgas MBG Trenggalek berharap seluruh pengelola yayasan segera mempercepat pembenahan fisik dapur agar layanan Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan normal dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.

“Kami terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara intensif agar seluruh dapur segera memenuhi standar keamanan pangan dan sanitasi yang berlaku,” pungkas Sunarto optimistis.(CIA)

Views: 6