Cuaca Makkah Capai 45 Derajat Celsius, Sejumlah Jamaah Haji Trenggalek Terdampak ISPA

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Cuaca ekstrem di Tanah Suci mulai menguji kondisi fisik jamaah haji asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), banyak jamaah mulai mengalami gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), kelelahan fisik, hingga dehidrasi ringan.

Meski begitu, tim medis kloter memastikan kondisi kesehatan jamaah haji asal Trenggalek secara umum masih aman dan terkendali. Hingga awal Juni 2026, tim kesehatan belum menemukan jamaah yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit Arab Saudi.

Dokter Kloter SUB 105 asal Trenggalek, dr. Hafizh Azin Adaba, menjelaskan bahwa sebagian besar jamaah mengalami penurunan daya tahan tubuh akibat aktivitas ibadah yang padat di tengah cuaca panas ekstrem Kota Makkah.

“Alhamdulillah, secara umum kondisi jamaah haji asal Trenggalek masih masuk kategori fit dan bugar. Namun, kami memang menerima banyak keluhan sakit ringan setelah jamaah menyelesaikan rangkaian puncak haji,” ujar dr. Hafizh langsung dari Makkah.

ISPA dan Dehidrasi Jadi Keluhan Dominan

Hafizh mengungkapkan bahwa ISPA menjadi penyakit yang paling banyak menyerang jamaah. Jamaah umumnya mengalami gejala seperti batuk, pilek, dan demam ringan.

“Mayoritas jamaah mengalami ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas. Selain itu, tim medis juga menangani keluhan pegal linu akibat kelelahan fisik serta dehidrasi ringan,” jelasnya.

Ia menilai cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi faktor utama yang menguras stamina jamaah. Pada siang hari, suhu udara di Makkah bahkan mencapai 45 derajat Celsius.

“Cuaca di sini sangat memengaruhi kondisi tubuh jamaah. Karakter panasnya jauh lebih ekstrem dan kering dibanding cuaca tropis di Indonesia,” imbuhnya.

Meski banyak jamaah mulai mengalami gangguan kesehatan ringan, tim medis memastikan kondisi mereka masih stabil berkat penanganan cepat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada jamaah kami yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” tegas dr. Hafizh.

Tim Medis Gencar Bagikan Oralit dan Edukasi Kesehatan

Untuk menjaga kondisi fisik jamaah tetap stabil, tim kesehatan kloter terus memperkuat pendampingan medis. Petugas rutin membuka layanan kesehatan, membagikan obat-obatan, hingga memeriksa kondisi jamaah langsung di kamar hotel.

“Kami terus mengedukasi jamaah agar memperbanyak istirahat, rutin minum air putih, membatasi aktivitas di luar hotel saat siang hari, dan memakai masker ketika mulai mengalami batuk pilek,” terang dr. Hafizh.

Selain membagikan obat-obatan, petugas juga rutin menyalurkan bubuk oralit guna mencegah dehidrasi akut akibat suhu panas yang tinggi.

Jamaah Bergeser ke Madinah Pertengahan Juni

Saat ini, seluruh rombongan jamaah haji asal Trenggalek masih menetap di Kota Makkah. Sesuai jadwal, petugas akan memberangkatkan jamaah menuju Madinah pada 19 Juni 2026 sebelum mereka kembali ke Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek, Subkan Hamzah, meminta seluruh jamaah tetap disiplin menjaga kesehatan hingga tiba di tanah air.

“Meskipun prosesi inti haji sudah selesai, jamaah tetap wajib menjaga kesehatan sampai benar-benar pulang ke Indonesia,” imbau Subkan.

Ia juga meminta jamaah mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan pelindung diri saat keluar hotel.

“Kalau terpaksa keluar ruangan, kami berharap jamaah membawa payung atau memakai pakaian pelindung agar tubuh tidak terlalu terpapar panas matahari,” pungkasnya.

Sementara itu, keluarga jamaah di berbagai wilayah Trenggalek mulai mempersiapkan acara penyambutan untuk menyambut kepulangan rombongan haji yang dijadwalkan tiba pada akhir Juni mendatang.(CIA)

Views: 29