TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama libur semester. Meski kegiatan belajar mengajar berhenti sementara, pemerintah daerah menyiapkan skema khusus agar hak gizi siswa tetap terpenuhi.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menegaskan bahwa sekolah akan berfungsi sebagai titik distribusi utama. Para siswa yang sedang libur dapat datang langsung ke sekolah masing-masing untuk mengambil paket makanan sehat.
“Program MBG tetap berjalan saat libur semester, selama sekolah bersedia menerima. Anak-anak cukup datang ke sekolah untuk mengambil jatah makanannya,” ujar Saeroni.
Berbeda dengan Libur Nasional
Satgas MBG membedakan skema layanan antara libur semester dan libur nasional. Saeroni menjelaskan bahwa MBG hanya berhenti total saat hari libur nasional atau tanggal merah resmi pemerintah.
Sementara itu, libur semester masih masuk dalam kalender pendidikan, sehingga Satgas tetap menjalankan program dengan menjadikan sekolah sebagai ujung tombak distribusi di lapangan.
Sekolah Menyiagakan Petugas Piket
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek menginstruksikan setiap sekolah menyiagakan petugas piket.
“Kepala Dinas Dikpora telah menyampaikan bahwa setiap sekolah menyiapkan petugas piket. Mereka bertugas mengawal dan membantu proses pembagian makanan kepada siswa,” tambah Saeroni.
Dengan langkah ini, sekolah tetap memberikan layanan kepada siswa tanpa mengganggu masa libur guru secara keseluruhan.
Menu Fleksibel, Dapur Diberi Kewenangan
Selama masa libur semester, Satgas MBG tidak menetapkan aturan kaku terkait menu makanan. Pengelola dapur bebas menyesuaikan jenis hidangan dengan ketersediaan bahan dan kemampuan masing-masing.
“Kami tidak mengatur apakah harus makanan kering atau basah. Kami serahkan sepenuhnya kepada dapur sesuai kemampuan dan kreativitas mereka,” tegas Saeroni.
Tantangan: 15 Dapur Masih Berhenti Operasi
Di balik keberlanjutan distribusi saat libur sekolah, program MBG di Trenggalek masih menghadapi kendala serius. Dari total 50 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 15 dapur masih menghentikan operasional sementara.
Dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang belum cair memaksa sebagian dapur berhenti. Saat ini, hanya 35 dapur yang bertahan dengan mengandalkan dana mandiri dari pengelola.
Satgas MBG menyatakan telah memberi tahu sekolah-sekolah terdampak penutupan dapur agar siswa tidak kebingungan saat datang mengambil makanan. Publik pun terus menyoroti ketahanan anggaran program nasional ini, yang dinilai jangan sampai terus membebani pengelola dapur di daerah.(CIA)
Views: 32

















