TRENGGALEK, bioztv.id – Angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Trenggalek cukup tinggi, direktur RSUD Dr.Soedomo akhirnya ungkap salah satu pemicu. Tentunya hal ini berkaitan erat dengan kecepatan proses tes PCR yang bisa dilakukan sendiri oleh pihak Rumah Sakit. Seperti apa sebenarnya ?, simak penjelasannya berikut ini.
Menurut keterangan direktur RSUD Dr.Soedomo Trenggalek, sejak ebberapa waktu lalu, proses tes PCR Covid-19 sudah bisa dilakukan di Rumah sakit, bahkan saat ini RSUD Dr.Soedomo sudah memiliki 2 unit alat Tes PCR. Dengan demikian proses tes PCR di rumah sakit menjadi lebih ceppat, hasilnya bisa keluar dalam waktu kurang dari 24 jam. Ia mencontohkan, jika running pagi , sekitar jam dua belas atau jam satu siang, hasil sudah keluar. Sedangkan jika running siang, jam empat atau lima sore hasilnya juga sudah keluar.
Lebih lanjut Direktur RSUD Dr.Soedomo Trenggalek, dr.Sunarto menyampaikan, Dengan kecepatan keluarnya hasil itu, pihak rumah sakit bisa mendeteksi lebih dini kondisi pasien. Apakah dia terpapar Covid-19 atau tidak. Hal ini menjadi salah satu pemicu kenapa kematian akibat Covid-19 di Trenggalek tergolong tinggi. Karena ketika pasien meninggal, statusnya sudah diketahui jika positif. Pasalnya, jika pasien meninggal dan hasil tes nya belum keluar, maka pasien itu tidak bisa dikatakan meninggal karena Corona, sehingga tidak akan muncul pada data penambahan pasien meninggal akibat Covid-19.
Sunarto juga menambahkan, selian proses tes PCR di RSUD dr.Soedomo ini cepat, harga yang dipatok untuk pelayanan masyarakatumum juga lebih murah dari harga yang diharapkan Presiden Jokowi. Pasalnya, Presiden menghimbau agar harga Tes PCR diturunkan menjadi RP.450 Ribu, namun sejak awal pandemi di Trenggalek harganya hanya Rp.350 Ribu.
Views: 0
















