Tangis Haru Sambut 449 Jemaah Haji Trenggalek Pulang, 3 Yang Wafat Abadi di Tanah Suci

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idIsak tangis haru dan pelukan hangat mewarnai kepulangan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (29/6/2026) dini hari. Setelah menuntaskan ibadah haji selama sekitar 40 hari di Arab Saudi, sebanyak 449 jemaah akhirnya berkumpul kembali dengan keluarga yang setia menunggu sejak malam.

Suasana haru langsung menyelimuti halaman pendopo ketika iring-iringan 12 bus yang membawa rombongan dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya memasuki gerbang. Dari balik kaca bus, para jemaah melambaikan tangan ke arah keluarga yang memenuhi area penyambutan.

Setelah para jemaah turun dari bus, keluarga langsung memeluk anak, pasangan, orang tua, maupun kerabat yang telah mereka rindukan selama lebih dari sebulan. Tangis bahagia pun pecah di berbagai sudut pendopo.

Tiga Jemaah Wafat, Panitia Lengkapi Kuota dengan Kloter Lain

Panitia memulangkan sebanyak 449 jemaah yang terdiri atas 346 orang dari Kloter 105, 100 orang dari Kloter 106, serta tiga orang dari Kloter 109. Panitia memasukkan tiga jemaah dari Kloter 109 ke rombongan Trenggalek untuk melengkapi kuota setelah tiga jemaah asal Trenggalek wafat saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Ketiga jemaah yang meninggal dunia yakni Sulastri Wadi Somonadi (73), warga Kelurahan Kelutan, Suyudi Sukidjo Mintoharjo (77), warga Kelurahan Ngantru, dan Djemani Rido Noyo (77), warga Kelurahan Surodakan. Ketiganya sebelumnya tergabung dalam Kloter 105.

Kemenhaj Pastikan Seluruh Jemaah Berhasil Pulang

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah, mengaku bersyukur karena seluruh proses pemulangan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Meski ada satu-dua jemaah yang kondisinya kurang sehat karena faktor kelelahan, namun secara makro semua berjalan aman

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah hari ini berjalan sangat lancar, mulai dari penerbangan Arab Saudi hingga mereka tiba di asrama haji. Bahkan, kami merampungkan proses administrasi jauh lebih cepat ketimbang musim haji tahun-tahun lalu,” ungkap Subkan Hamzah, Senin (29/6/2026).

Subkan memastikan tim pendamping berhasil membawa pulang seluruh jemaah asal Trenggalek yang masih berada di Arab Saudi. Tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal karena menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami bersyukur bisa memulangkan semua jemaah secara bersama-sama. Tim pendamping akhirnya sukses menyatukan pergerakan Kloter 105, 106, maupun 109 dalam satu jalur kepulangan menuju Trenggalek,” terangnya.

Subkan juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat tengah memproses hak asuransi dan santunan kematian bagi tiga jemaah yang wafat. Kemenag Trenggalek berkomitmen mengawal seluruh proses administrasi hingga ahli waris menerima santunan tersebut.

Pemkab Berharap Jemaah Menjadi Teladan di Masyarakat

Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, ikut menyambut kedatangan rombongan di pendopo. Ia berharap seluruh jemaah mampu menjaga predikat haji mabrur dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

“Alhamdulillah, malam ini kita semua bisa menyambut kepulangan jemaah haji dalam kondisi selamat dan sehat walafiat. Semoga Allah SWT menerima ibadah seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur, serta mampu memancarkan teladan kebaikan bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” harap Edy.

Skema Baru Penjemputan Urai Kepadatan

Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerapkan skema baru pada musim haji tahun ini dengan memisahkan lokasi penjemputan jemaah dan pengambilan koper. Panitia mengarahkan keluarga menjemput jemaah di Pendopo Manggala Praja Nugraha, sedangkan keluarga mengambil koper besar di GOR Gajah Putih yang berjarak sekitar satu kilometer.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Trenggalek, M. Rofiq Hindiono, mengapresiasi langkah tersebut.

“Langkah panitia menurunkan jemaah di pendopo dan menggeser bongkar koper ke area GOR terbukti membuat sistem pelayanan jauh lebih rapi dan tertib. Menurut pengamatan kami, ini merupakan salah satu pola pelayanan haji terbaik yang wajib pemerintah pertahankan pada musim haji berikutnya,” puji Rofiq.

Subkan menambahkan, Kemenag menerapkan pola tersebut untuk mengurangi kemacetan kendaraan penjemput sekaligus mencegah penumpukan massa di satu lokasi.

“Jika hasil evaluasi akhir menunjukkan skema ini efektif, kami pasti akan mempertahankan pola ini. Tentu kami akan menyempurnakan beberapa kekurangan kecil yang ada agar kualitas pelayanan kepada jemaah semakin prima,” jelas Subkan.

Pemkab Kerahkan 12 Bus Kawal Kepulangan Jemaah

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengerahkan 10 bus pariwisata untuk mengangkut rombongan dari Surabaya. Para jemaah kemudian menambah dua bus swadaya sehingga total 12 armada mengawal perjalanan menuju Trenggalek.

Selain menyediakan armada bus, pemerintah daerah juga mengerahkan kendaraan pengawal dari Satlantas dan Dinas Perhubungan, mobil logistik, serta ambulans untuk memastikan seluruh jemaah tiba di kampung halaman dengan aman.

Dengan rampungnya proses pemulangan massal tersebut, Kabupaten Trenggalek resmi menutup seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Selanjutnya, pengurus wilayah akan mengajak para haji baru bergabung dalam organisasi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sebagai bagian dari pembinaan pascahaji.(CIA)

Views: 9