TRENGGALEK, bioztv.id – Keputusan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, labrak langsung dan bertemu jajaran Fakultas Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berbuah manis. Alih-alih memperuncing ketegangan, momen ini justru membuka peluang baru konservasi lingkungan. Tabayun ini dampak dari polemik kunjungan mahasiswa Fakultas Teknik Geologi UGM ke lokasi tambang emas.
UGM Tegaskan Tak Terikat Tambang
Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Selo, menegaskan kampusnya sama sekali tidak terikat dengan perusahaan tambang. Sebaliknya, UGM siap bermitra dengan Pemkab Trenggalek untuk menjaga kelestarian alam.
“Sebagaimana Pak Bupati sampaikan, silaturahmi itu yang paling utama. Diskusinya sangat hangat, dan kami sudah membicarakan beberapa kesepakatan tindak lanjut. Dalam waktu dekat kami akan ke Trenggalek untuk mempelajari potensi alam yang bisa kami manfaatkan seluas-luasnya bagi masyarakat, tanpa merusak lingkungan,” jelas Prof. Selo.
Klarifikasi Polemik Field Trip: Hanya Persiapan Seminar
Prof. Selo juga meluruskan polemik soal kegiatan field trip mahasiswa Geologi UGM yang sempat memicu kontroversi. Ia menegaskan mahasiswa tidak melakukan penelitian apalagi kerja sama dengan perusahaan tambang, melainkan hanya menjalani persiapan seminar.
“Saya tidak punya detail tentang kegiatan itu. Yang saya tahu, mereka hanya berada di sana sekitar satu jam. Mereka tidak meneliti, hanya melihat situasi. Bahkan kalau ada ketidakberesan, kegiatan itu justru bisa mengungkapkannya. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan pertambangan,” tegasnya.
Fokus pada Konservasi, Bukan Ekstraksi
Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat menjajaki kerja sama di bidang konservasi alam dan pembangunan berkelanjutan. UGM berkomitmen mendukung visi Trenggalek mengembangkan ekonomi regeneratif, bukan eksploitasi sumber daya ekstraktif.
“Fakultas Teknik ini sangat konsen pada keberlanjutan. Lingkungan menjadi fokus kami. Untuk kerja sama dengan Kabupaten Trenggalek, utamanya adalah konservasi,” tambah Prof. Selo.
Pernyataan resmi dari Fakultas Teknik UGM menepis kekhawatiran publik soal dugaan keterlibatan kampus dengan perusahaan tambang. Sebaliknya, peluang kolaborasi riset dan pendampingan akademik membuka babak baru bagi Trenggalek untuk menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Mas Ipin sebelumnya juga menegaskan, arah pembangunan Trenggalek sudah jelas: menolak model ekstraktif dan memilih jalan regeneratif yang selaras dengan amanat publik dalam penetapan RTRW.
Dengan komitmen UGM, Trenggalek kini memiliki mitra strategis dari kalangan akademisi untuk memastikan sumber daya alam tidak hanya termanfaatkan, tetapi juga terwariskan secara lestari bagi generasi mendatang.(CIA)
Views: 95

















