TRENGGALEK, bioztv.id – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, atau akrab disapa Mas Ipin, memilih mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) sore ini setelah pihak kampus merespons kritik kerasnya terkait kunjungan Fakultas Teknik Geologi UGM ke tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara (SMN).
Jubir UGM Siap Diskusi dengan Bupati
UGM mengaku mencermati unggahan Mas Ipin di Instagram dan memahami kegelisahan masyarakat Trenggalek. Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, menegaskan bahwa pihaknya ingin menjelaskan persoalan itu secara terbuka.
“UGM mengetahui dan mencermati unggahan Bupati Trenggalek terkait kunjungan tim Teknik Geologi UGM ke PT SMN. UGM juga mencermati pesan dan masukan dari Bapak Bupati. Karena itu, kami merasa perlu menjelaskan beberapa hal dan mendiskusikannya secara baik dan terbuka,” kata Made Andi.
Ia menambahkan, pihak kampus sudah berkomunikasi dengan Mas Ipin dan sepakat bertemu di Kampus UGM Yogyakarta pada 20 September 2025.
Surat UGM Tanpa Tembusan ke Pemerintah Daerah
UGM melayangkan surat bernomor 170109/UN1/FTK.2/DTGL/HM/2025 tertanggal 1 September 2025 kepada Jimbarlow Gultom, Country Director & Co-Founder Far East Gold, induk perusahaan PT SMN. Namun, UGM tidak mengirim tembusan surat itu ke Pemkab Trenggalek.
Langkah tersebut memicu kemarahan Mas Ipin dan kekecewaan warga, karena kampus dinilai menyingkirkan peran pemerintah daerah dalam urusan yang menyangkut wilayahnya sendiri.
Mas Ipin Pilih Datang Langsung ke UGM
Alih-alih menunggu kedatangan pihak kampus ke Trenggalek, Mas Ipin memastikan dirinya sowan ke UGM sore ini. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada institusi pendidikan tinggi.
“Terima kasih Pak @madeandi sudah berkenan menghubungi dan akan menerima kami sore ini di @teknikugm. Sedianya beliau yang ingin datang ke Trenggalek, tapi ini bentuk penghormatan saya kepada UGM, saya mawon yang sowan,” tulis Mas Ipin.
Ia bahkan mengutip hadits riwayat Abi Dzar r.a.: “Menghadiri majelis orang berilmu lebih utama dari salat seribu rakaat.”
Sebelumnya, Fakultas Teknik Geologi UGM meninjau lokasi prospek eksplorasi tambang emas PT SMN di Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, tanpa melibatkan pemerintah daerah maupun masyarakat yang sejak awal menolak keberadaan tambang.
Mas Ipin menilai UGM yang langsung berkoordinasi dengan perusahaan tambang menunjukkan sikap abai terhadap penolakan warga.
“Izin, kulonuwun itu kepada masyarakat, bukan kepada swasta! Mohon dipahami. Kalau untuk kepentingan riset dan pengayaan ilmu, silakan hubungi saya langsung. Tidak perlu bersurat pun, saya pasti balas. Tapi kalau menggandeng pihak swasta yang jelas-jelas warga tolak karena berpotensi merusak ekologi, saya berpesan hati-hati,” tegas Mas Ipin di akun Instagram pribadinya, @avinml.(CIA)
Views: 1400
















