TRENGGALEK, bioztv.id – Kerusakan oprit Jembatan Banger di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, menarik perhatian publik. Akibat kerusakan itu arus lalu lintas dari kdua arah dilakukan penutupan total.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Anjang Purwoko, menegaskan bahwa insiden ini justru menunjukkan berfungsinya mekanisme masa pemeliharaan proyek. Melalui mekanisme tersebut, kontrak mewajibkan penyedia jasa bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan.
“Secara kontrak, penyedia telah menyelesaikan dan menyerahkan pekerjaan pembangunan jembatan kepada kami. Namun karena proyek masih memasuki masa pemeliharaan, penyedia tetap memikul tanggung jawab penuh atas kerusakan ini, dan kami sudah memerintahkan mereka segera melakukan perbaikan,” ujar Anjang.
Perbaikan Ditanggung Kontraktor, APBD Aman
Anjang memastikan kontraktor menanggung seluruh biaya perbaikan oprit yang ambles, sehingga Pemkab Trenggalek tidak mengalokasikan dana APBD sedikit pun untuk perbaikan tersebut.
“Artinya, penyedia menanggung seluruh biaya perbaikan dan tidak membebani APBD Trenggalek sama sekali,” tegasnya.
Ia menambahkan, masa pemeliharaan proyek jembatan banger selama satu tahun. Sehingga saat ini proyek Jembatan Banger masih berada dalam periode pemeliharaan tersebut.
“Untuk masa pemeliharaannya selama satu tahun. terhitung sejak 7 November 2025 hingga 6 Movember 2026,” jelas Anjang.
Cuaca Ekstrem & Kendaraan Berat Picu Kerusakan
PUPR Trenggalek memastikan kerusakan hanya terjadi pada bagian oprit atau jalan pendekat, bukan pada struktur utama jembatan.
“Kerusakan hanya terjadi di oprit, sementara struktur jembatan tetap aman,” kata Anjang.
Anjang menjelaskan bahwa beberapa faktor memicu kerusakan tersebut. Cuaca ekstrem saat proses pengerjaan menjadi salah satu penyebab utama.
“Saat pelaksanaan proyek, hujan deras turun. Kondisi ini kemungkinan membuat pemadatan tidak sempurna, sementara kontrak tetap menuntut penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal,” ungkapnya.
Selain itu, lalu lintas kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur tersebut juga mempercepat penurunan kualitas oprit.
PUPR Panggil Penyedia, Targetkan Perbaikan Secepatnya
Sebagai bentuk pengawasan, PUPR Trenggalek telah memanggil penyedia jasa ke kantor untuk melakukan evaluasi dan percepatan perbaikan.
“Kami memanggil penyedia, melakukan evaluasi bersama, dan mereka menyatakan siap bertanggung jawab serta segera menindaklanjuti perbaikan,” ujar Anjang.
Proses perbaikan oprit jembatan banger ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Saat ini akses dilakukan penutupan secara total. Namun untuk kendaraan roda 2 masih bisa melintas dengan eksta hati hati.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat, namun keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.(CIA)
Views: 28

















