Vaksin PMK Datang, DInas Peternakan Trenggalek Prioritaskan Sapi Sehat untuk Vaksinasi

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id –  Seiring kedatangan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil langkah strategis untuk membendung wabah.  Rencananya, sapi yang sehat akan menjadi prioritas utama vaksinasi. Kasus PMK di Trenggalek diketahui terus melonjak drastis, dengan jumlah kasus mencapai 541 ekor sapi per pertengahan Januari 2025.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Joko Susanto mengatakan, saat ini DInas Peternakan Kabupaten Trenggalej baru saja menerima 140 botol vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Vaksin tersebut berasal dari Kementerian Pertanian .

“Vaksin ini cukup untuk 3.500 dosis dan tadi malam sudah tiba di Trenggalek,” ungkap Joko Susanto.

Fokus pada Desa-Desa Minim Kasus

Menurut Joko, vaksinasi akan difokuskan pada ternak yang sehat di desa-desa sekitar wilayah yang memiliki sedikit kasus. Pendekatan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran penyakit sebelum meluas.

“Sasaran utama kami adalah ternak di desa-desa yang masih minim kasus. Bukan di lokasi terdampak parah, tetapi di sekitarnya. Dengan begitu, sapi sehat tetap terlindungi,” jelas Joko.

Pihaknya telah merumuskan jadwal vaksinasi bersama tim lapangan, termasuk paramedis dan dokter hewan. Vaksin tersebut langsung didistribusikan ke seluruh pelosok 14 kecamatan se Trenggalek.

“Masing-masing kecamatan akan menerima 10 botol vaksin, setara dengan 250 dosis. Selanjutnya proses  vaksinasi akan segera dilakukan,” tambahnya.

Kasus Meningkat Dua Kali Lipat dalam Enam Hari

Berdasarkan data, lonjakan kasus PMK di Trenggalek terjadi sejak akhir Desember 2024, dengan peningkatan signifikan setiap pekan. Pada akhir Desember, jumlah kasus tercatat sebanyak 79 ekor sapi. Angka ini naik menjadi 156 kasus pada awal Januari 2025, dan melonjak hingga 541 kasus dalam waktu kurang dari dua pekan.

“Sebagian besar kasus menyerang sapi, meski ada laporan kasus pada kambing. Hingga saat ini, dari 541 ekor yang terjangkit, 24 ekor telah sembuh, sementara 490 ekor masih dalam proses pengobatan. Namun, ada lima sapi yang harus dipotong paksa, 11 mati akibat PMK, dan 11 lainnya dijual oleh pemiliknya,” paparnya.

Pencegahan dan Penanganan Intensif

Di samping vaksinasi, pengobatan intensif terus dilakukan terhadap ternak yang sudah terjangkit. Joko juga menambahkan, Trenggalek akan menerima tambahan vaksin dan obat-obatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada awal Februari 2025.

“Kami terus memantau dan memberikan pengobatan pada ternak yang sakit, tetapi vaksinasi menjadi kunci utama untuk mencegah kasus baru. Vaksin ini juga diberikan secara gratis kepada peternak,” jelas Joko.

Dengan pendekatan terfokus ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap dapat menekan laju penyebaran PMK dan melindungi populasi sapi yang menjadi salah satu aset penting ekonomi masyarakat.

“Langkah pencegahan sangat penting dalam kasus ini,” pungkas Joko.(CIA)

Views: 1