PMK Hantui Trenggalek: Disnakkan Kebut 12 Ribu Vaksin demi Selamatkan Ternak Warga

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPenyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali mengancam sektor peternakan di Kabupaten Trenggalek. Menanggapi temuan puluhan sapi yang terinfeksi sejak Desember 2025, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek langsung memacu program vaksinasi massal untuk mengejar kekebalan kelompok (herd immunity).

Disnakkan menjalankan langkah proaktif ini untuk memutus rantai penularan PMK dan menekan potensi kerugian ekonomi peternak, terutama menjelang periode puncak produksi ternak tahun ini.

Disnakkan Kerahkan 12 Ribu Dosis, Vaksinator Bergerak Cepat

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, memastikan pemerintah daerah telah menerima 12 ribu dosis vaksin PMK. Tim medis pun langsung turun ke lapangan untuk menyuntikkan vaksin ke sapi dan kambing milik peternak.

“Mulai hari ini, kami langsung mengaplikasikan vaksin ke sapi dan kambing. Kami menurunkan tujuh tim vaksinator yang akan bekerja selama 40 hari ke depan, setiap Senin sampai Jumat,” tegas Ririn, Senin (2/2/2026).

Disnakkan menyasar hewan ternak sehat mulai usia dua bulan hingga dewasa guna membentuk perlindungan menyeluruh di seluruh wilayah Trenggalek.

Target Rampung Sebelum Lebaran

Disnakkan menargetkan penyerapan seluruh stok vaksin pada Februari hingga Maret 2026. Meski memasuki bulan suci Ramadan, tim tetap melanjutkan vaksinasi di lapangan.

“Program vaksinasi tetap berjalan saat puasa. Kami juga menyiapkan rencana dropping vaksin tahap kedua pada akhir Maret, meski kami masih menunggu kepastian jumlah dari provinsi,” tambah Ririn.

Penolakan Peternak Jadi Tantangan

Di tengah ancaman PMK, Disnakkan masih menghadapi penolakan dari sejumlah peternak. Sebagian warga belum bersedia memvaksin ternaknya karena berbagai alasan.

“Kami sangat berharap seluruh peternak mau berpartisipasi. Sangat disayangkan jika masih ada penolakan, padahal vaksinasi sudah kami jalankan bertahun-tahun untuk melindungi ternak mereka sendiri,” ungkapnya.

Ririn menekankan bahwa partisipasi peternak menjadi kunci. Tanpa dukungan penuh masyarakat, upaya pengendalian dan pemutusan rantai penularan PMK akan berjalan lebih lambat.

Sebaran Kasus Dimulai dari Dongko

Data Disnakkan menunjukkan bahwa PMK pertama kali muncul pada Desember 2025 di Desa Siki, Kecamatan Dongko. Saat itu, virus menyerang tujuh ekor sapi milik lima peternak dan menyebabkan kematian satu ekor anak sapi (pedhet).

Pada Januari 2026, PMK kembali menyebar dengan 22 temuan baru yang menyerang sapi potong di beberapa wilayah:

  • Kecamatan Bendungan: Tim medis menangani 11 sapi terjangkit di Desa Sumurup yang kini dalam proses penyembuhan.
  • Kecamatan Trenggalek: Tim memantau 10 sapi terinfeksi di Desa Parakan.
  • Kecamatan Dongko: Tim mencatat satu kasus tambahan di Desa Siki yang kini telah sembuh.

Selain vaksinasi, Disnakkan juga memberikan pengobatan intensif berupa vitamin dan disinfektan untuk mempercepat pemulihan ternak yang terpapar. Kolaborasi aktif antara pemerintah dan kesadaran peternak kini menjadi kunci agar Kabupaten Trenggalek segera keluar dari ancaman PMK. (CIA)

Views: 17