TRENGGALEK, bioztv.id — Kabar duka kembali menyelimuti rombongan jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek. Djemadi, warga Kelurahan Surondakan, Kecamatan Trenggalek, meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Jemaah yang tergabung dalam Kloter 105 KBIH NU itu mengembuskan napas terakhir setelah menuntaskan seluruh rangkaian utama ibadah haji. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di kampung halaman maupun sesama jemaah asal Trenggalek yang masih berada di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum di Tanah Suci.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya Bapak Djemadi. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya, mengampuni segala dosanya, memberikan rahmat-Nya, serta menganugerahi beliau gelar haji yang mabrur,” ujar Subkan Hamzah.
Sempat Berkomunikasi Lewat Video Call
Subkan mengatakan keluarga masih sempat berkomunikasi dengan almarhum melalui panggilan video beberapa saat sebelum kabar duka datang.
Saat itu, almarhum tampak sehat, bugar, dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan serius.
“Keluarga bercerita bahwa almarhum masih sempat video call, makan dengan lahap seperti biasa, bahkan menanyakan kabar anak cucu di rumah,” kata Subkan.
Selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi, Djemadi juga mendapat pendampingan langsung dari menantunya. Kehadiran sang menantu membantu almarhum menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lebih nyaman dan aman.
“Karena menantunya mendampingi secara langsung, almarhum bisa menjalani aktivitas ibadah dengan sangat baik dan lancar,” tambahnya.
Punya Riwayat Penyakit, Namun Lolos Istitaah
Subkan menjelaskan bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit sebelum berangkat ke Arab Saudi. Meski demikian, tim kesehatan menyatakan Djemadi memenuhi syarat istitaah setelah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.
Selama berada di Tanah Suci, almarhum juga berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah wajib haji.
Hingga saat ini, otoritas kesehatan Arab Saudi masih menelusuri penyebab pasti kematian almarhum.
“Beliau meninggal di dalam kamar maktab. Kami belum menerima laporan resmi mengenai penyebab pastinya, apakah karena serangan jantung atau faktor lainnya. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari petugas di sana,” jelas Subkan.
Kemenhaj Kawal Hak Asuransi Jemaah
Kemenhaj Trenggalek memastikan seluruh hak almarhum sebagai jemaah haji tetap terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur akan menangani proses pemulasaraan jenazah di Makkah sekaligus mengurus hak asuransi almarhum. Sementara itu, masing Trenggalek akan mendampingi keluarga dalam melengkapi kebutuhan administrasi yang diperlukan.
“Kami siap membantu keluarga maupun pihak Kanwil jika membutuhkan dokumen administrasi tambahan,” terang Subkan.
Mayoritas Jemaah Trenggalek Dalam Kondisi Sehat
Di tengah kabar duka tersebut, masing Trenggalek juga membawa kabar baik. Mayoritas jemaah haji asal Trenggalek yang masih berada di Arab Saudi saat ini menjalani ibadah dalam kondisi sehat.
Beberapa jemaah yang sebelumnya sempat menjalani perawatan medis kini sudah pulih dan kembali ke maktab masing-masing.
Selain itu, Kemenhaj Trenggalek juga terus mengupayakan proses tanazul atau mutasi kloter. Melalui langkah ini, petugas berharap dapat memindahkan jemaah asal Trenggalek yang saat ini berada di Kloter 109 dan Kloter 115 ke Kloter 105 menjelang kepulangan ke Indonesia.
Langkah tersebut bertujuan agar seluruh jemaah asal Trenggalek dapat pulang dalam satu rombongan yang sama.
“Kami berharap petugas dapat memindahkan jemaah yang berada di kloter berbeda ke Kloter 105 sehingga mereka bisa pulang bersama-sama ke Trenggalek,” pungkas Subkan.(CIA)
Views: 10

















