Musim Haji 2026: 3 Jemaah Haji Asal Trenggalek Wafat di Tanah Suci, Semuanya Dari 1 Kecamatan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idDuka kembali menyelimuti Kabupaten Trenggalek pada musim haji 2026. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek mencatat tiga jemaah haji asal Bumi Menak Sopal meninggal dunia saat menunaikan ibadah di Tanah Suci, Arab Saudi.

jemaah haji asal Trenggalek yang pertama kali wafat adalah Sulastri (73), warga Kelurahan Kelutan. Hj.Sulastri meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026) saat beristirahat di kamar hotelnya di Makkah setelah menuntaskan rangkaian utama ibadah haji.

Beberapa hari kemudian, kabar duka kembali datang dari Suyudi (77), warga Kelurahan Ngantru. Jemaah yang juga tergabung dalam Kloter 105 itu wafat pada Sabtu (6/6/2026).

Berdasarkan laporan tim kesehatan di Tanah Suci, Suyudi diduga meninggal akibat serangan jantung. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan berada dalam pengawasan medis selama menjalankan ibadah.

Djemadi, warga Kelurahan Surondakan, menjadi jemaah ketiga yang wafat di Tanah Suci tahun ini. Sebelumnya, Sulastri dari Kelurahan Kelutan dan Suyudi dari Kelurahan Ngantru lebih dulu meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.

Djemadi yang tergabung dalam Kloter 105 KBIH NU mengembuskan napas terakhir di kamar maktabnya di Makkah pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Kantor Kemenhaj Trenggalek, Subkan Hamzah, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tiga jemaah asal Trenggalek telah meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.

“Sampai hari ini, laporan resmi mencatat tiga jemaah haji asal Trenggalek wafat di Tanah Suci. Mereka adalah Ibu Sulastri dari Kelurahan Kelutan, Bapak Suyudi dari Kelurahan Ngantru, dan yang terbaru Bapak Djemadi dari Kelurahan Surondakan,” ujar Subkan Hamzah..

Sempat Video Call dengan Keluarga Sebelum Wafat

Tim Kemenhaj Trenggalek memperoleh informasi tersebut saat bertakziah ke rumah duka. Keluarga menceritakan bahwa Djemadi masih sempat berkomunikasi dengan anak dan cucunya melalui panggilan video beberapa saat sebelum kabar duka datang.

Saat berbincang melalui video call, Djemadi terlihat sehat dan segar. Ia bahkan masih makan dengan lahap sambil menanyakan kabar keluarga di Trenggalek.

“Keluarga bercerita bahwa almarhum masih sempat video call. Beliau juga masih makan seperti biasa dan bercengkerama dengan keluarga sebelum akhirnya Allah memanggil beliau,” kata Subkan.

Selama berada di Arab Saudi, menantu Djemadi juga mendampinginya secara langsung. Kehadiran sang menantu membantu Djemadi menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lebih nyaman dan aman.

Tuntaskan Seluruh Rukun Haji Sebelum Wafat

Subkan menjelaskan bahwa Djemadi memang memiliki riwayat penyakit sebelum berangkat ke Arab Saudi. Namun, tim kesehatan menyatakan kondisi kesehatannya memenuhi syarat istitaah sehingga ia berhak mengikuti ibadah haji tahun ini.

Kondisi fisiknya juga cukup baik hingga mampu menuntaskan seluruh rangkaian rukun utama ibadah haji sebelum wafat.

Saat ini, Kemenhaj Trenggalek masih menunggu laporan resmi dari otoritas kesehatan Arab Saudi terkait penyebab pasti kematian almarhum.

“Beliau meninggal di dalam kamar maktab. Untuk diagnosis medisnya, kami masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang di Arab Saudi,” jelas Subkan.

Kemenhaj Kawal Hak dan Asuransi Jemaah

Kemenhaj Trenggalek memastikan seluruh hak almarhum tetap terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur akan menangani proses pemulasaraan jenazah di Makkah sekaligus mengurus hak asuransi jemaah. Sementara itu, Kemenhaj Trenggalek membantu keluarga melengkapi kebutuhan administrasi yang diperlukan.

“Kami siap membantu keluarga maupun Kanwil jika membutuhkan dokumen administrasi tambahan,” ujar Subkan.

Di tengah kabar duka tersebut, Subkan juga menyampaikan bahwa mayoritas jemaah haji asal Trenggalek lainnya berada dalam kondisi sehat dan aman. Beberapa jemaah yang sebelumnya sempat menjalani perawatan medis kini sudah pulih dan kembali ke maktab masing-masing.

Selain itu, Kemenhaj Trenggalek terus mengupayakan proses tanazul atau mutasi kloter agar jemaah asal Trenggalek yang saat ini berada di Kloter 109 dan Kloter 115 dapat bergabung dengan Kloter 105 saat kepulangan ke Indonesia.

Meski tiga jemaah telah wafat di Tanah Suci, ratusan jemaah asal Trenggalek lainnya tetap menjalankan ibadah dengan lancar. Pemerintah berharap seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi dapat menjaga kesehatan, menuntaskan ibadah dengan baik, dan kembali ke tanah air dengan selamat.(CIA)

Views: 6