JAKARTA, bioztv.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat menjadi sorotan setelah insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa 40 siswa sekolah dasar di Sukoharjo, Jawa Tengah. Para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi ayam yang dimarinasi, bagian dari menu MBG.
Dalam rangka evaluasi dan percepatan pelaksanaan program MBG, Presiden Prabowo Subianto sudah panggil kepala badan gizi nasional (BGN), Dadan Hindayana, Ke istana Merdeka, Jumat (17/1/2025. Pada momen ini presiden menggelar rapat dengan BGN dan sejumlah menteri kabinet merah Putih lainnya.
Evaluasi Menyeluruh untuk Perbaikan
Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Kepala BGN, Dadan Hindayana menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas dan kehigienisan makanan yang disajikan dalam program MBG.
“Kejadian seperti ini akan menjadi evaluasi penting bagi kami untuk memperketat penerapan SOP di setiap rantai proses penyiapan makanan. Kami ingin memastikan kualitas dan kehigienisan makanan semakin terjamin ke depannya,” tegas Dadan.
Presiden Prabowo pun menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan lancar dan aman.
“Bapak Presiden sangat menaruh perhatian pada percepatan program ini. Beliau ingin memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan asupan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” tambah Dadan.
Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Program MBG, yang baru berjalan selama 10 hari, telah menjangkau 31 provinsi dengan melibatkan 238 satuan pelayanan pemenuhan gizi. Menurut Dadan, Presiden Prabowo memandang program ini sebagai langkah strategis untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Ini adalah investasi terbesar untuk sumber daya manusia. Presiden memberikan apresiasi atas keberhasilan awal program ini yang mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Bappenas, Kementerian Pertahanan, TNI-Polri, hingga Kementerian Pendidikan dan Kesehatan,” jelasnya.
Perluasan Cakupan Penerima Manfaat
Dadan juga memaparkan rencana ambisius BGN untuk memperluas cakupan penerima manfaat. Hingga April 2025, program ini ditargetkan melayani hingga 3 juta anak, termasuk ibu hamil dan balita. Jumlah ini akan meningkat menjadi 6 juta penerima manfaat pada Agustus mendatang.
“Kami berharap, dengan dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Sekretariat Negara, regulasi yang mempermudah pelaksanaan program ini bisa segera terwujud,” kata Dadan.
Menurut Dadan, Presiden Prabowo juga meminta agar target perluasan ini dipercepat sesuai dengan kapasitas SDM yang terus ditingkatkan
Kejadian Sukoharjo Jadi Pelajaran Berharga
Insiden Sukoharjo menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat dalam implementasi program. Dengan komitmen tinggi dari Presiden Prabowo dan jajaran kabinet, program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga model keberhasilan sinergi lintas sektor untuk pembangunan bangsa.
“Insyaallah, dengan evaluasi dan perbaikan yang berkesinambungan, program MBG akan terus tumbuh dan memberikan manfaat besar bagi masa depan Indonesia,” tutup Dadan.(DAN)
Views: 0

















