Beranda NEWS MOMENT Tradisi Ritual Adat Satu Suro “Ngitung Batih” Khas Warga Dongko Trenggalek

Tradisi Ritual Adat Satu Suro “Ngitung Batih” Khas Warga Dongko Trenggalek

1530

TRENGGALEK, bioztv.id – Gebyar Suro upacara adat Ngitung Batih, Sebagai salah satu ritual budaya tahunan, yang kini mulai dikemas sebagai salah satu icon wisata budaya khas kecamatan dongko kabupaten treggalek, memang mulai dilirik berbagai kalangan, Hal ini tak lain disebabkan oleh keindahan ungsur seni budaya lokal yang masih kental,  selalu disajikan dalam setiap momen prosesi upacara adat ini.

Ritual Ngitung Batih atau yang berarti menghitung jumlah keluarga ini, merupakan upacara adat yang berisi doa doa memohon kepada tuhan yang maha esa, Doa doa tersebut diwujudkan dalam bentuk sesaji seperti takir plontang, jenang sengkolo dan lain sebagainya, Upacara adat ngitung batih ini digelar dengan harapan seluruh warga agar tetap sehat, selamat murah rejeki dan dijauhkan dari berbagai aral rintangan dalam kehidupan sehari hari.

Konon katanya upacara adat ngitung batih ini tercipta lantaran pada zaman nenek moyang, yakni pada masa kerajaan mataram, dulu pernah terjadi peperangan yang mengakibatkan menghilangnya warga dongko, akibat perang ini jumlah warga dongko tinggal sedikit, Menyikapi hal ini, sultan hanyokrokusumo mengajak warga dongko untuk melakukan ritual memohon doa kepada tuhan agar terhindar dari hal hal yang buruk, sekalian menghitung jumlah keluarga di wilayah dongko yang tersisa akibat terjadinya perang badar. Oleh karena itu, ritual ini akhirnya dinamakan dengan upacara adat ngitung batih.

Pelaksanaan ritual doa memohon keselamatan ini segaja di lakukan dalam wujud berbagai macam sesaji seperti  takir plontang, jenang sengkolo, tumpeng dan beberapa sesaji lainnya, hal ini disebabkan lantaran warga setempat pada masa itu mayoritas tidak bisa membaca dan menulis, oleh karena itu, doa doa yang di panjatkan kepada tuhan yang maha esa di wujudkan dalam berbagai bentuk sesaji yang ada.

Upacara Adat ngitung batih sendiri selalu rutin di gelar setahun sekali setiap awal bulan suro tahun saka pada penanggalan jawa, Ritual upacara adat ini diawali dengan diaraknya berbagai sarana ritual seperti  takir plontang, jenang waras, jenang sengkolo, mule metri, serta tumpeng yang berisi berbagai biji bijian, dan hasil bumi, yang di arak keliling kecamatan dongko dan berakhir di pendopo kecamatan dongko, Ritual budaya ini berlangsung sakral dan disaksikan langsung oleh ribuan warga yang telah berjajar di sepanjang rute arak arakan upacara adat ini digelar.

Dalam pelaksanaan upacara adat ritual ngitung batih ini juga tak lupa di sajikan berbagai hiburan berupa kesenian daerah, baik tari tarian maupun kesenian traditional lainnya, terutama kesenian asli trenggalek yang lahir di kecamatan dongko yakni kesenian jaranan turonggo yakso. Selain itu berbagai kesenian lain seperti kesenian religi maupun atraksi seni lainnya, juga turut menambah kemeriahan upacara adat tahunan ini. Tak heran jika kemeriahan Upacara adat ngitung batih ini menjadi maghnet tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Trenggalek.