Target Meleset, Kini Hanya Ada 2 Dapur MBG di Trenggalek Yang Kantongi Sertifikat Higiene (SLHS)

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek menghadapi ujian serius. Meski puluhan dapur sudah melayani ribuan siswa, sebagian besar dapur belum memenuhi standar resmi keamanan pangan.

Hingga pertengahan Desember 2025, Badan Gizi Nasional mencatat 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di Trenggalek. Namun, hanya dua dapur yang berhasil mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Capaian ini meleset jauh dari target awal yang mewajibkan seluruh dapur bersertifikat paling lambat Oktober 2025.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, mengakui lambannya realisasi sertifikasi dapur.

“Sampai hari ini, 50 SPPG sudah beroperasi di Kabupaten Trenggalek. Namun, baru dua dapur yang benar-benar memegang SLHS,” ujar Saeroni, Kamis (18/12/2025).

Dua dapur yang telah memenuhi standar tersebut berada di SPPG Jombok, Kecamatan Pule, dan SPPG Watuagung, Kecamatan Watulimo. Sementara itu, lima dapur lainnya masih menjalani proses verifikasi sistem.

Dana Belum Cair, 13 Dapur Pilih Berhenti Operasi

Permasalahan MBG di Trenggalek tidak hanya menyentuh aspek sertifikasi. Sejak pertengahan Desember 2025, belasan dapur menghentikan aktivitas memasak karena pemerintah belum mencairkan dana operasional.

Saeroni menjelaskan bahwa awalnya delapan dapur menghentikan layanan pada 15 Desember. Kini, jumlah dapur yang berhenti sementara meningkat menjadi 13 SPPG.

“Anggaran untuk seluruh 50 dapur memang belum cair. Sebagian pengelola masih bertahan dengan dana mandiri, sementara 13 dapur memilih berhenti sementara karena keterbatasan biaya,” tegasnya.

Dapur-dapur yang menghentikan operasional tersebar di Kecamatan Panggul, Dongko, Trenggalek, hingga Bendungan. Satgas MBG telah menyampaikan kondisi tersebut kepada sekolah-sekolah penerima manfaat agar layanan pendidikan tidak terganggu.

Standar Higiene Dipertanyakan

Minimnya jumlah dapur bersertifikat memicu kekhawatiran publik terhadap jaminan keamanan pangan bagi peserta didik. Tanpa SLHS, pemerintah belum bisa memastikan seluruh fasilitas dapur memenuhi standar sanitasi dan pengolahan makanan sehat.

Meski menghadapi berbagai kendala, Saeroni tetap menilai capaian program dari sisi kuantitas cukup positif. Hingga kini, jumlah dapur MBG di Trenggalek sudah mendekati target akhir sekitar 60 unit.

“Kalau melihat jumlah, kita hampir mencapai target. Hampir semua titik dapur sudah sempat beroperasi,” pungkasnya.(CIA)

Views: 59