BPR Jwalita Trenggalek Jadi Mesin PAD Daerah, Mayoritas Kredit Mengalir ke Pedagang Pasar

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – PT BPR Jwalita Trenggalek terus mengukuhkan perannya sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus penyumbang signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bank milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek ini mencatat tren pertumbuhan positif secara konsisten berkat fokus pembiayaan pada sektor akar rumput.

Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek menguasai mayoritas saham perusahaan hingga 98,64 persen. Hingga saat ini, pemerintah daerah telah menanamkan modal lebih dari Rp20 miliar.

“Alhamdulillah, pemerintah daerah telah menanamkan modal sekitar Rp20 miliar lebih. Karena hampir seluruh saham milik pemda, kami terus berkomitmen meningkatkan kinerja dari tahun ke tahun,” ujar Dwi.

Target Laba 2025 Capai Rp2,67 Miliar

Sepanjang 2025, BPR Jwalita menargetkan laba bersih sebesar Rp2,67 miliar. Dari capaian tersebut, manajemen memproyeksikan setoran PAD ke kas daerah mencapai Rp1,4 miliar hingga akhir tahun.

Dwi optimistis target tersebut dapat tercapai seiring stabilnya kinerja bank. Bahkan, selama beberapa tahun terakhir, BPR Jwalita telah menyetor PAD senilai Rp13,3 miliar ke kas Pemerintah Kabupaten Trenggalek, angka yang hampir menyamai total modal awal dari pemda.

“Dari modal sekitar Rp20 miliar lebih, kami sudah mengembalikan keuntungan ke pemda sebesar Rp13,3 miliar,” jelasnya.

Efisiensi Anggaran Tunda Tambahan Modal hingga 2027

Menanggapi rencana penambahan modal, Dwi menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran membuat Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum dapat merealisasikan penyertaan modal baru pada 2026. Meski begitu, ia berharap pemda dapat merealisasikan tambahan modal pada periode 2027–2028.

Ia menegaskan, setiap tambahan modal akan langsung berdampak pada masyarakat melalui peningkatan akses pembiayaan.

“Mudah-mudahan pada 2027 atau 2028 penyertaan modal bisa terealisasi. Modal itu akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan dan kredit produktif,” kata Dwi.

Pedagang Pasar Jadi Prioritas Pembiayaan

Manajemen BPR Jwalita menjadikan UMKM dan pedagang pasar sebagai prioritas utama penyaluran kredit. Dwi menegaskan bahwa bank akan langsung menyalurkan tambahan modal kepada masyarakat ketika pemda merealisasikan penyertaan modal.

“Mayoritas kredit kami salurkan ke pedagang pasar. Begitu penyertaan modal cair, kami langsung menyalurkannya kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan layanan, BPR Jwalita kini mengoperasikan satu kantor pusat dan kantor layanan di 13 kecamatan. Sementara itu, layanan di Kecamatan Suruh masih bergabung dengan Kecamatan Karangan.

Terkait rencana ekspansi ke luar daerah, Dwi memilih pendekatan realistis. Ia menegaskan bahwa BPR Jwalita akan mengoptimalkan potensi lokal terlebih dahulu sebelum membuka cabang di wilayah lain.

“Kami ingin memperkuat permodalan terlebih dahulu sebelum ekspansi. Fokus utama kami saat ini adalah melayani dan membangun ekonomi Trenggalek,” pungkasnya.

Dengan fokus kuat pada UMKM dan pedagang pasar, BPR Jwalita kini tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan daerah, tetapi juga menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi rakyat yang berkelanjutan di Bumi Menak Sopal.(CIA)

Views: 30