Didorong Masuk Tahap Operasional, Ambisi Koperasi Desa Merah Putih Trenggalek Terbentur SDM

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek berambisi besar menggerakkan ekonomi desa lewat program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, setelah membentuk 157 koperasi di seluruh desa dan kelurahan, Pemkab kini harus bekerja ekstra keras. Data terbaru menunjukkan hanya lima koperasi yang benar-benar aktif menjalankan unit usaha.

Kondisi ini menuntut pemerintah daerah memastikan program tersebut tidak berhenti sebagai proyek formalitas di atas kertas.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, menegaskan bahwa koperasi tidak boleh sekadar berdiri tanpa aktivitas ekonomi.

“Tidak cukup hanya terbentuk. Sekarang kami masuk tahap kedua: operasional dan pengembangan. Koperasi harus memiliki gerai usaha, entah di bidang sembako atau usaha lain sesuai potensi desanya,” ujar Saniran.

Diskomidag Gandeng BUMN untuk Kembangkan Usaha Desa

Untuk mempercepat pengembangan KDMP, Diskomidag aktif menggelar roadshow ke berbagai kecamatan. Mereka melibatkan ketua, pengurus, dan pengawas koperasi agar memahami arah pengembangan usaha.

Selain itu, Diskomidag menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membangun kemitraan bisnis strategis bagi koperasi desa.

“Kami mengajak BRI, BNI, Mandiri, Bulog, ID Food melalui PPI Madiun, Pertagas, PLN, kantor pos, hingga perusahaan pupuk. Semua BUMN itu punya potensi besar untuk berkolaborasi dengan koperasi desa,” jelas Saniran.

Dalam pertemuan tersebut, pihak BUMN memaparkan skema kerja sama, perhitungan keuntungan, serta sistem distribusi produk. Diskomidag berharap sinergi ini membuka akses pasar dan permodalan yang lebih luas bagi koperasi di tingkat desa.

Fokus Utama: Cetak SDM Andal dan Transparan

Selain memperluas kemitraan bisnis, Diskomidag menyiapkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus KDMP. Sebagian besar pengurus belum berpengalaman di bidang perkoperasian karena berasal dari latar belakang baru.

“Mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan, kami mengundang para pengurus dan pengawas mengikuti pelatihan dasar. Kami akan mengajarkan tata kelola koperasi, manajemen usaha, dan pengelolaan keuangan,” kata Saniran.

Dalam pelatihan tersebut, Diskomidag menekankan tiga poin penting:

  1. Penguatan kelembagaan koperasi.
  2. Peningkatan manajemen usaha dan permodalan.
  3. Transparansi keuangan dan pelaporan tahunan.

“Kami ingin koperasi berjalan sehat, terbuka, dan berkelanjutan. Harapan kami, KDMP tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa di Trenggalek,” tutup Saniran.(CIA)

Views: 26