PKB Trenggalek Pacu Regenerasi Lewat Pendidikan Kader Loyalis

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah persaingan politik yang semakin ketat, DPC PKB Trenggalek memilih memperkuat fondasi internal dengan menggelar Pendidikan Kader Loyalis. Program ini tidak hanya membangun mesin partai, tetapi juga menargetkan terciptanya generasi muda yang melek politik sebagai investasi jangka panjang.

Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menegaskan bahwa pendidikan kader menjadi kewajiban partai untuk membentuk aktor-aktor politik masa depan, bukan sekadar rutinitas seremonial.

“Ini pendidikan kader loyalis yang kedua. Yang pertama kita gelar di Pondok Pesantren Jatiperahu, dan hari ini kita laksanakan di kantor DPC PKB Trenggalek,” jelas Sukarodin.

Ia menyampaikan bahwa antusiasme peserta melampaui ekspektasi. Dari target awal 80 peserta, jumlah pemuda yang mendaftar mencapai 96 orang dengan rentang usia 17 hingga 35 tahun. “Pesertanya overload, jumlahnya melebihi target DPC,” katanya.

Regenerasi Politik Libatkan Bonus Demografi

Sukarodin menegaskan bahwa program ini bertujuan menyadarkan generasi muda bahwa mereka tidak bisa menghindari dunia politik. Menurutnya, kader muda harus memahami identitas perjuangan PKB serta alasan kuat untuk berpartisipasi aktif.

“Harapan kita, para pemuda tidak acuh terhadap politik. Mereka mesti memahami alasan harus ber-PKB, bidang apa saja yang diperjuangkan, dan apa yang harus kader lakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa regenerasi partai merupakan keniscayaan. Ketika kader senior tidak lagi aktif, generasi mudalah yang harus melanjutkan perjuangan organisasi.

PKB wajib mencetak kader secara berkesinambungan. Ini bagian dari persiapan menghadapi bonus demografi,” tegasnya.

Membangun Kesadaran Politik Kader

Pendidikan kader loyalis ini merupakan program berjenjang yang DPP turunkan ke DPD dan DPC di seluruh Indonesia. Di Trenggalek, peserta berasal dari tujuh kecamatan: Watulimo, Dongko, Kampak, Munjungan, Gandusari, Panggul, dan Pule.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 dan akan berlanjut pada Sabtu–Minggu pekan ini serta pekan depan.

Ketika sebagian pihak menilai program ini hanya bertujuan memperkuat mesin politik menjelang pemilu, Sukarodin langsung menepis anggapan tersebut.

“Selain meningkatkan mesin partai, kami memang wajib mendidik kader. Tujuannya agar mereka memahami politik dan tidak menganggap politik sebagai hal yang tidak penting,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh kebijakan publik—mulai dari desa hingga pusat—lahir dari mekanisme politik.

“Semua keputusan itu melalui politik. Kepala desa saja jabatan politik. Maka semua kader PKB harus melek politik,” tandasnya.(CIA)

Views: 28