TRENGGALEK, bioztv.id – Bencana tanah bergerak kembali mengancam akses utama di wilayah selatan Jawa Timur. Kali ini, ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Pacitan mengalami retak dan amblas cukup parah. Dampaknya tidak hanya merusak jalan, tetapi juga merusak rumah warga dan fasilitas pendidikan di sekitarnya.
Kondisi terparah terjadi di perbatasan Desa Cakul dan Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Badan jalan nasional amblas hingga sekitar 30 sentimeter, disertai retakan sporadis yang meluas ke permukiman warga dan halaman sekolah. Tanah amblas ini terjadi sejak 28 Juni Malam sekitar Pukul 23.00 WIB.
“Awalnya tidak ada tanda-tanda. Malam itu sekitar jam 11, tiba-tiba terdengar suara keras seperti barang patah. Tanah dan jalan langsung amblas. Saat kejadian, saya sekeluarga masih di rumah, suara itu sangat keras,” ungkap Rinanto, warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah tersebut.
Pergerakan tanah itu menyebabkan rumah milik Rinanto mengalami keretakan di beberapa dinding. Kondisinya kini miring dan dinilai tidak aman untuk ditempati. Rinanto pun memilih mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan keluarganya.
“Rumah saya ikut amblas, sudah miring, retak-retak. Saya tidak berani tinggal di situ lagi. Sekarang saya mengungsi di rumah nenek,” tambahnya.
Tak hanya merusak rumah warga, tanah amblas juga menghantam halaman SD Negeri 5 Cakul. Area lapangan sekolah dan plengsengan juga ambles. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan aktivitas belajar-mengajar, terutama saat musim hujan seperti sekarang.
Meskipun jalan amblas, kendaraan masih bisa melintas, tetapi harus bergantian dan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Hal ini berlaku terutama bagi kendaraan berat yang berisiko memperparah kondisi jalan dan tanah di sekitarnya.
“Kalau mobil kecil masih bisa lewat, tapi agak susah. Kalau kendaraan berat, bahaya sekali, apalagi di bawah jalan itu sudah amblas-amblas,” jelas Rinanto.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di wilayah Dongko. Beberapa titik sebelumnya sudah menunjukkan retakan tanah, namun pergerakan besar seperti ini baru terjadi kembali. Warga mendesak pemerintah segera melakukan penanganan darurat sebelum kondisi makin memburuk.
“Yang dulu-dulu di sebelah sana sempat retak, tapi yang di sini ini baru tadi malam langsung amblas. Warga khawatir jika dibiarkan, jalan bisa putus total,” kata Rinanto.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) terkait langkah penanganan permanen di lokasi tersebut. Warga berharap segera ada tindakan cepat sebelum aktivitas transportasi dan keamanan lingkungan makin terganggu.(CIA)
Views: 1
















