TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mencatat kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang positif pada awal tahun 2026. Hingga akhir Maret, pemerintah berhasil mengumpulkan PAD sebesar Rp64 miliar atau 17,34 persen dari target tahunan yang mencapai lebih dari Rp370 miliar.
Capaian tersebut tidak hanya menjaga stabilitas fiskal daerah, tetapi juga melampaui target minimal triwulan pertama yang ditetapkan sebesar 15 persen. Hasil ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pembiayaan pembangunan sepanjang tahun 2026.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Trenggalek, Edi Santoso, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih menjalankan strategi peningkatan pendapatan sesuai rencana.
“Pemerintah daerah menargetkan PAD sebesar Rp370 miliar sekian, dan pada kuartal pertama ini kami sudah mengumpulkan Rp64 miliar sekian atau 17,34 persen. Angka ini masih sesuai guidance karena target kuartal pertama sebenarnya minimal 15 persen,” ujar Edi Santoso, Kamis (25/6/2026).
Pajak Kendaraan Bermotor Jadi Penyumbang Terbesar
Pemerintah daerah mencatat Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai penyumbang terbesar PAD Trenggalek pada triwulan pertama 2026.
BPKPD menargetkan penerimaan Opsen PKB sebesar Rp45,2 miliar pada tahun ini. Hingga akhir Maret, masyarakat telah membayar pajak kendaraan sebesar Rp9,7 miliar atau sekitar 21,5 persen dari target tahunan.
Edi menilai capaian tersebut menunjukkan tren yang sangat sehat karena penerimaan sektor kendaraan bermotor tumbuh lebih cepat dari perkiraan awal.
“Opsen PKB memang menjadi perhatian karena nilainya cukup besar. Kami menargetkan Rp45,2 miliar dan hingga kuartal pertama masyarakat sudah membayar Rp9,7 miliar atau sekitar 21,5 persen,” jelasnya.
Selain Opsen PKB, pemerintah juga mengandalkan beberapa sumber pendapatan utama lainnya, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Penerimaan PBB Masih Bergerak Bertahap
Berbeda dengan pajak kendaraan yang tumbuh cepat, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih bergerak lebih lambat pada triwulan pertama. Namun, BPKPD menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang wajar karena masyarakat biasanya melunasi PBB mendekati jatuh tempo pada pertengahan hingga akhir tahun.
Tahun ini pemerintah menaikkan target PBB menjadi Rp22 miliar, atau sekitar Rp1,6 miliar lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah tidak serta-merta menaikkan nilai ketetapan pajak secara massal.
“Kenaikan target ini jika dibagi ke seluruh wajib pajak tidak terlalu besar. Ada yang nilai pajaknya tetap, ada yang naik, bahkan ada yang turun karena kami menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” terang Edi.
BPKPD menyesuaikan nilai objek pajak terutama pada kawasan perumahan baru, area di sepanjang jalan protokol, dan wilayah dengan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat. Sebaliknya, petugas mempertahankan atau bahkan menurunkan nilai pajak pada sejumlah objek di kawasan pinggiran setelah memperbarui data lapangan.
Siapkan Program Hadiah bagi Wajib Pajak
Untuk menjaga tren positif tersebut, BPKPD bersama Samsat dan instansi terkait terus mengedukasi masyarakat sekaligus mengintensifkan penertiban pajak kendaraan bermotor. Petugas juga menghadirkan layanan Samsat keliling dalam berbagai operasi lapangan agar masyarakat dapat langsung membayar pajak di lokasi.
Selain itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan program penghargaan khusus bagi masyarakat yang taat membayar pajak.
Pemerintah berencana meluncurkan program tersebut pada Agustus 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek. Wajib pajak yang disiplin membayar PKB maupun melakukan balik nama kendaraan berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.
“Kami sedang menyiapkan program hadiah bagi masyarakat yang tertib membayar PKB dan BBNKB. Saat ini tim masih mematangkan konsep dan bentuk hadiahnya,” ungkap Edi.
Optimistis Capai Target Akhir Tahun
Capaian yang melampaui target triwulan pertama memberikan sinyal positif terhadap kondisi perekonomian dan pendapatan daerah. Pemerintah Kabupaten Trenggalek optimistis tren tersebut akan terus berlanjut seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan kesadaran wajib pajak.
Jika BPKPD mampu mempertahankan kinerja tersebut hingga akhir tahun, PAD Trenggalek berpotensi semakin kuat sebagai sumber pembiayaan mandiri daerah. Kondisi itu akan memberi ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan berbagai program pelayanan publik tanpa terlalu bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat.(CIA)
Views: 10

















