Capaian PAD Pariwisata Trenggalek 2025 Jeblok, Semester Pertama Hanya Peroleh 29%

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Trenggalek tahun 2025 tampaknya masih jauh dari harapan. Hingga pertengahan Juni kemarin, realisasi pendapatan baru menyentuh angka 29,12 persen dari target tahunan. Capaian ini dinilai cukup lemah, mengingat semester pertama telah berlalu enam bulan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, beberapa faktor memengaruhi rendahnya capaian PAD sektor pariwisata, salah satunya cuaca buruk yang terjadi sepanjang libur panjang.

“Sampai 19 Juni kemarin, capaian PAD kami di sektor pariwisata baru 29,12 persen, padahal ini sudah bulan keenam. Mudah-mudahan libur sekolah bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi kita,” ujar Sunyoto.

Sunyoto mencontohkan, saat libur Idul Adha lalu, meskipun berlangsung empat hari, angka kunjungan ke beberapa destinasi unggulan seperti Pantai Karanggongso dan Prigi tak mampu menembus 5.000 orang per hari, angka yang biasanya tercapai di akhir pekan.

“Prediksi kami, cuaca yang terlalu basah, hujan terus-menerus, membuat wisatawan enggan berkunjung. Biasanya di akhir pekan kunjungan bisa 4.000-5.000 orang per hari, tapi kemarin, empat hari totalnya cuma sedikit di atas itu.” ujar Sunyoto.

Disparbud mengaku tidak bisa berbuat banyak jika kendala cuaca yang terjadi. Sunyoto justru berharap media dan masyarakat ikut membantu dengan tidak menyebarkan kabar berlebihan soal potensi bencana di kawasan wisata selatan Trenggalek.

“Kalau cuaca, ya kami tidak bisa apa-apa. Tapi kami berharap informasi-informasi yang beredar jangan menakut-nakuti, misalnya kabar soal tsunami. Itu membuat wisatawan jadi ragu datang. Kita membutuhkan suasana yang kondusif supaya mereka nyaman berkunjung,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sunyoto menyebut beberapa destinasi wisata favorit saat ini masih didominasi kawasan Watulimo, termasuk Pantai Prigi dan area hutan kota yang mulai ramai. Hanya saja, kunjungan ke Goa Lowo kini mulai sepi karena akses utama wisatawan lebih banyak menggunakan jalur JLS daripada jalur lama.

“Goa Lowo agak tertinggal sekarang kunjungannya. Tapi kami tetap menjaga kebersihan dan fasilitas di sana. Sekarang yang perlu kami optimalkan itu atraksi-atraksi menarik di destinasi kita. Ini yang sedang kami rumuskan dengan bidang destinasi,” jelasnya.

Disparbud Trenggalek berharap capaian PAD sektor pariwisata dapat terdongkrak di semester kedua 2025. Harapan ini seiring momentum libur sekolah, kondisi cuaca yang lebih bersahabat, dan optimalisasi atraksi di beberapa destinasi andalan.(CIA)

Views: 13