TRENGGALEK, bioztv.id – Meskipun nilai investasi di Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, peningkatannya masih terbilang moderat. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah kini memfokuskan strateginya pada sektor-sektor unggulan demi mendongkrak daya saing ekonomi lokal.
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek, nilai investasi pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp542 miliar. Angka ini naik tipis menjadi Rp580 miliar pada 2024. Kenaikan ini didominasi oleh empat sektor utama: industri, perdagangan, pertanian, dan pariwisata.
“Investasi di Trenggalek memang masih tumbuh, meskipun tidak terlalu impresif. Kenaikannya moderat, tapi harus tetap kita jaga agar sejalan dengan pertumbuhan ekonomi,” ujar Kepala DPMPTSP Trenggalek, Edi Santoso, setelah rapat koordinasi investasi daerah, Rabu (19/6/2025).
Menurut Edi, pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus mengandalkan investasi konvensional. Oleh karena itu, sesuai arahan Bupati Trenggalek, mulai tahun ini fokus investasi akan diarahkan ke empat sektor unggulan: emas hijau (agrikultur berbasis hutan), emas biru (kelautan dan perikanan), pariwisata, serta utilitas atau sarana pendukung.
“Kami harus memastikan investasi tidak sekadar datang, tapi harus berbasis keunggulan lokal. Karena itu, tahun ini kami mendorong hilirisasi industri cengkeh, pengembangan pabrik rokok kretek, dan porang yang mulai masuk tahap produksi penuh,” tambah Edi.
Di sektor perikanan, Trenggalek baru saja meresmikan pabrik fillet ikan patin. Beberapa investor swasta juga mulai membangun cold storage di kawasan Pantai Prigi untuk mendukung rantai distribusi produk kelautan.
Di bidang pariwisata, peluang investasi cukup menjanjikan. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama pengelolaan Kolam Renang Tirta Jwalita dan Rumah Cokelat. Tak hanya itu, figur entrepreneur nasional seperti Ajik Krisna, pemilik jaringan oleh-oleh ternama di Bali, mulai melirik peluang usaha di Trenggalek.
“Kemarin Pak Bupati langsung mengundang Ajik Krisna ke sini. Masih tahap survei lokasi dan penjajakan. Kalau jadi, ini bisa menjadi magnet baru untuk wisata belanja dan ekonomi kreatif,” terang Edi.
Di sektor utilitas, geliat investasi juga mulai terasa. Beberapa investor tengah memproses perizinan untuk pembangunan gudang logistik dan pengolahan limbah B3. Bahkan, proyek strategis berupa pengolahan sampah menjadi energi listrik saat ini telah memasuki tahap finalisasi kerja sama.
“Proyek waste to energy ini yang paling kami tunggu. Kerja sama sudah diteken, dan kami berharap ini bisa membantu problematika sampah sekaligus menghasilkan listrik,” pungkas Edi.
Meskipun demikian, Edi mengakui sejumlah tantangan masih membayangi, terutama soal ketersediaan lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga daya saing tenaga kerja lokal. Ia menegaskan bahwa tren investasi harus tetap tumbuh stabil meskipun fluktuasi sesekali terjadi.
“Dalam jangka panjang, investasi harus terus bergerak naik. Karena investasi ini merupakan faktor kunci untuk membentuk pertumbuhan ekonomi Trenggalek,” tandasnya.(CIA)
Views: 282

















