Jadi Sorotan Komisi II DPRD, Anggaran 4 M Nganggur Saat Vaksinasi Ternak di Trenggalek Tak Ada Biaya

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Anggaran vaksinasi hewan ternak di Kabupaten Trenggalek menjadi sorotan Komisi II DPRD Trenggalek. Ketua Komisi II, Mugianto, menyesalkan minimnya anggaran untuk program antisipasi penyakit menular pada ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sementara dana sebesar Rp 4 miliar justru mandek akibat kesalahan perencanaan.

Menurut Mugianto, alokasi anggaran untuk vaksinasi hewan ternak di Dinas Peternakan seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat ancaman penyakit PMK yang bisa berdampak besar pada sektor peternakan.

“Anggaran vaksinasi yang habis itu sangat kami sayangkan. Di sisi lain, ada dana sebesar Rp 4 miliar yang ngendon atau tidak bisa dimanfaatkan akibat perencanaan yang salah,” ujar Mugianto.

“Ini harus menjadi evaluasi serius agar ke depan perencanaan anggaran lebih sesuai dengan kebutuhan, bukan sekadar keinginan,” tambahnya.

Vaksinasi Dibantu Provinsi

Meski anggaran vaksinasi habis, kabar baik datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memberikan bantuan vaksin PMK untuk Trenggalek. Mugianto memastikan, vaksin tersebut sudah tiba dan siap digunakan untuk melindungi hewan ternak di wilayah ini.

“Alhamdulillah, vaksin PMK dari Pemprov Jatim sudah datang dan jumlahnya cukup untuk kebutuhan di Trenggalek. Ini langkah yang sangat membantu peternak kita,” jelasnya.

Ada Anggaran Rp 4 Miliar Mandek

Sorotan tajam tertuju pada anggaran Rp 4 miliar yang mandek di Dinas Peternakan. Mugianto menjelaskan, dana tersebut berasal dari alokasi gaji untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Anggaran tersebut tidak bisa digunakan karena proses rekrutmen dan penerbitan SK yang mundur dari jadwal.

“Anggaran itu akhirnya menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA),” jela Mugianto.

Saat ada anggaran yang tidak bisa terserap, di satu sisi, ada kegiatan yang kekurangan anggaran, seperti vaksinasi, sementara di sisi lain ada dana yang tidak termanfaatkan.

“Ini jelas perencanaannya yang harus diperbaiki agar tidak terulang lagi,” tegasnya.

Evaluasi Perencanaan

Mugianto mengingatkan, perencanaan anggaran ke depan harus lebih cermat dan mengutamakan kebutuhan yang mendesak. Ia meminta agar alokasi untuk program vaksinasi penyakit menular ternak tidak lagi dikurangi, bahkan jika memungkinkan justru dipertahankan atau ditingkatkan.

“Kalau memang tiap tahun butuh anggaran untuk vaksin, jangan sampai dipangkas. Justru harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.

Dengan evaluasi yang lebih matang, Komisi II DPRD Trenggalek berharap kejadian serupa tidak akan terulang. Selain itu, keberlanjutan program vaksinasi yang didukung oleh alokasi anggaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus menjaga stabilitas sektor peternakan di Kabupaten Trenggalek.

“Kita harus pastikan peternak mendapat perlindungan yang memadai dari ancaman penyakit,” pungkas Mugianto.(CIA)

Views: 1