Didominasi Swasta, Kemenag Trenggalek Menaungi 283 Lembaga Pendidikan Formal dari RA hingga MA

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek terus memperkuat perannya sebagai salah satu pilar utama pendidikan di daerah. Hingga pertengahan 2026, Kemenag membina 283 lembaga pendidikan formal, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA). Dari jumlah tersebut, lembaga swasta mendominasi dengan porsi sekitar 97 persen.

“Dominasi ini menunjukkan besarnya peran masyarakat, yayasan, dan pondok pesantren dalam memajukan pendidikan berbasis keagamaan, mulai dari RA hingga MA,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Trenggalek, Nur Ibadi.

Nur Ibadi menjelaskan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI membina seluruh satuan pendidikan tersebut melalui sistem yang terintegrasi.

“Kami membina sangat banyak satuan pendidikan di Trenggalek dan seluruhnya bergerak di bawah koordinasi Ditjen Pendis,” jelasnya.

Bangun Ekosistem Pendidikan Islam

Nur Ibadi menegaskan, Kemenag tidak hanya membina madrasah formal. Ditjen Pendis juga mengelola lima direktorat yang menangani berbagai jalur pendidikan Islam, mulai dari pondok pesantren, madrasah diniyah, hingga perguruan tinggi keagamaan Islam.

Menurutnya, masyarakat Trenggalek memiliki banyak pilihan lembaga pendidikan Islam yang saling melengkapi sehingga orang tua dapat memilih jalur pendidikan sesuai kebutuhan anak.

“Trenggalek memiliki ekosistem pendidikan Islam yang sangat lengkap. Kami memiliki banyak TPQ, Madin, hingga Madrasah Aliyah yang tersebar di berbagai wilayah,” katanya.

Keberagaman lembaga tersebut menjadi kekuatan utama pendidikan Islam di Trenggalek sekaligus memperluas akses pendidikan berbasis keagamaan bagi masyarakat.

Sekolah Swasta Dominasi Pendidikan Formal Kemenag

Data Kemenag Trenggalek menunjukkan, dari total 283 lembaga pendidikan formal, sebanyak 274 lembaga berstatus swasta, sedangkan pemerintah hanya mengelola sembilan madrasah negeri.

Rekapitulasi tersebut memperlihatkan dominasi lembaga swasta di seluruh jenjang pendidikan:

  • RA: 108 lembaga (108 swasta, 0 negeri)
  • MI: 124 lembaga (122 swasta, 2 negeri)
  • MTs: 28 lembaga (23 swasta, 5 negeri)
  • MA: 23 lembaga (21 swasta, 2 negeri)

Dominasi tersebut mencerminkan besarnya kontribusi yayasan pendidikan dan pondok pesantren dalam memperluas akses pendidikan formal di Kabupaten Trenggalek.

Kemenag Perkuat Pendidikan Nonformal dan Pesantren

Selain membina pendidikan formal, Kemenag Trenggalek juga mengembangkan berbagai lembaga pendidikan Islam nonformal dan berbasis pesantren. Jalur tersebut meliputi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS).

Disisi lain, saat ini juga ada Pendidikan formal yang dikembangkan di lingkungan pondok pesantren. Yaitu Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan  Muadalah.

“Ini kanalisasinya nanti bisa melanjutkanke Ma’had ‘Ali, dan biasanya juga ke Al Azhar,” jelas Ibadi.

Kemenag menghubungkan seluruh jenjang pendidikan tersebut agar peserta didik memiliki jalur belajar yang berkesinambungan hingga ke perguruan tinggi.

“Kami terus membina seluruh ekosistem pendidikan Islam ini agar kualitas pembelajarannya semakin baik dari waktu ke waktu, pungkas Nur Ibadi.(CIA)

Views: 5