Bulog Tetap Serap Gabah Petani Trenggalek Rp6.500 per Kg, Pembayaran Langsung Masuk Rekening

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPerum Bulog terus membeli gabah hasil panen petani di Kabupaten Trenggalek dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Selain menjamin harga jual, Bulog juga mentransfer pembayaran langsung ke rekening pribadi petani. Kebijakan ini memangkas rantai distribusi transaksi sekaligus mempercepat perputaran uang di tingkat petani.

“Kami memotong alur transaksi agar petani menerima uang mereka secara utuh, transparan, dan tanpa potongan perantara,” tegas Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan.

Kebijakan tersebut memberi kepastian pasar bagi petani di tengah musim panen raya. Pada saat yang sama, Bulog juga memperkuat cadangan beras pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan di daerah.

Yonas menegaskan Bulog menerapkan harga pembelian yang sama di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.

“Standar harga GKP yang ditetapkan pemerintah dan kami jalankan tetap Rp6.500 per kilogram,” ujarnya.

Bulog Tetapkan Standar Gabah yang Diserap

Yonas menjelaskan Bulog hanya menyerap Gabah Kering Panen (GKP). Karena itu, petani harus memanen gabah, memasukkannya ke dalam karung, lalu menempatkannya di titik pengumpulan yang dapat dijangkau truk pengangkut.

“Kriteria GKP yang kami minta adalah gabah yang sudah dipanen, sudah dikarungi, dan sudah berada di tepi jalan,” jelas Yonas.

Bulog menerapkan standar tersebut agar armada angkut dapat mengambil dan mengirim gabah ke gudang penyimpanan maupun mitra penggilingan secara lebih cepat dan efisien.

Pembayaran Langsung ke Rekening Petani

Bulog mengubah sistem pembayaran gabah sejak dua tahun terakhir. Kini kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) hanya membantu proses administrasi, sedangkan Bulog langsung mentransfer hasil penjualan ke rekening masing-masing petani.

“Sistem baru ini membuat transaksi jauh lebih praktis. Kelompok tani atau Gapoktan cukup membantu memverifikasi data pengajuan, sedangkan kami langsung mentransfer pembayaran ke rekening setiap pemilik gabah,” terang Yonas.

Sistem tersebut mempercepat proses pembayaran sekaligus mengurangi potensi penyimpangan dalam penyaluran dana.

Kecamatan Tugu Penyumbang Gabah Terbesar

Yonas menyebut Kecamatan Tugu menjadi wilayah dengan penyerapan gabah terbesar di Trenggalek. Menurutnya, kondisi itu sejalan dengan luasnya lahan pertanian produktif di kecamatan tersebut.

“Kalau kami petakan per kecamatan, pasokan terbesar memang berasal dari Tugu karena wilayah itu menjadi salah satu sentra pertanian utama,” katanya.

Meski demikian, Bulog juga mencatat produksi gabah dari kecamatan lain tetap menunjukkan hasil yang relatif merata.

Bulog Gandeng Penggilingan, Babinsa, dan PPL

Untuk mempercepat penyerapan gabah, Bulog bekerja sama dengan empat pengusaha penggilingan padi di Trenggalek. Bulog juga menggandeng Dinas Pertanian, Babinsa, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memetakan lokasi panen petani.

“Kami tidak bekerja sendiri. Kami bersinergi dengan Dinas Pertanian, Babinsa, dan PPL agar penyerapan gabah langsung menjangkau petani,” ujar Yonas.

Stok Beras Bulog Capai Ribuan Ton

Di tengah peningkatan penyerapan gabah, Bulog memastikan stok beras pemerintah di Trenggalek tetap aman.

Gudang Karangsoko saat ini menyimpan sekitar 1.776 ton beras, sedangkan Gudang Karangan memiliki cadangan sekitar 1.613 ton beras siap salur.

Yonas menilai kombinasi harga pembelian yang stabil, sistem pembayaran langsung, dan kolaborasi lintas instansi mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kepastian usaha bagi petani Trenggalek.(CIA)

Views: 20