Beranda Culture Menelusuri Jejak Sejarah Ritual “Grebeg Sinongkel” Di Prambon Trenggalek

Menelusuri Jejak Sejarah Ritual “Grebeg Sinongkel” Di Prambon Trenggalek

1959

TRENGGALEK, bioztv.id – Ritual sinongkelan atau Grebeg sinongkel, merupakan tradisi ritual bersih desa, yang hanya ada di Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Ritual Sinongkelan ini lahir sejak masa Pakububuwono 2 pergi  meninggalkan kerajaannya, dan menetap di kawasan Desa Prambon.

Grebeg Sinongkel atau Ritual Sinongkelan, sesungguhnya berasal dari kata terdongkel atau terusir, Yaitu terusirnya pakubuwono 2 dari Pura Wanakerta atau Kartasura, menuju daerah prambon yang dulunya masuk wilayah Ponorogo, namun sekarang menjadi wilayah Trenggalek. Pakubuwono 2 tersebut terusir dari kerajaannya lantaran Keraton Kartosuro diduduki oleh Sunan Amangkurat 5, bentukan laskar Cina-Jawa, yang dipimpin oleh Kapiten Khe Panjeng dan Patih Notonegoro.

Semasa di pelariannya, Pakubuwono 2 menyandang beberapa nama, diantaranya yaitu Kanjeng Sinongkel, Ki Ageng Surya Lelana, Sunan Ponorogo, juga Panembahan Brawijaya. Namun diantara beberapa nama nama Pakubuwono 2  tersebut yang paling popular di masyarakat prambon yaitu Kanjeng Sinongkel, Oleh karena itu ritual di desa Prambon ini disebut dengan Nama Sinongkelan atau Grebeg Sinongkel, yang berisi tentang kisah pelarian Pakubuwono 2 di desa Prambon

Kepala Desa Prambon, Anang Irwanto Menjelaskan, Tradisi Grebeg Sinongkel di desa Prambon ini digelar selama tiga sampai empat hari, hari pertama diisi dengan pembukaan pengenalan seni budaya, Pada hari kedua diisi dengan ritual ziarah ke-tujuh makam petilasan sakral, yakni Selakar atau Paseban Sekti, Siraman, Petilasan Budo Ganggung, Petilasan Budo Canthing, Setono Ngongrang, Petilasan Jutak atau Jetakan dan Gunung Untal Kemloko.

Pada  hari ketiga grebeg sinongkel diisi dengan upacara adat ritual sinongkelan pada malam bulan purnama di pendopo balai desa, Upacara adat tersebut berisi tentang penggambaran perjalanan Kanjeng Sinongkel saat dikejar oleh Amangkurat 5 hingga ke Desa Prambon. Sedangkan hari ke empat diisi dengan kegiatan kirab budaya, yang menampilkan berbagai kesenian Traditional, Religi, maupun kesenian Modern, yang diikuti oleh seluruh masyarakat desa Prambon dan beberapa Lembaga yang ada di Desa Tersebut.

Melalui tradisi Ritual Grebeg Sinongkel yang didalamnya berisi kisah kisah perjalanan hidup beserta doa doa permohonan keselamatan terhadap tuhan yang masa esa ini, warga Desa Prambon berharap agar Desa mereka tetap ayem tentrem, terbebas dari musibah, dan tetap bisa hidup rukun berdampingan dengan seluruh warga yang ada di Desa Prambon dan sekitarnya.