Ritual “Grebek Sinongkel 2018”, Sambut Malam Gerhana Bulan Purnama Di Prambon Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Ada yang berbeda pada tradisi ritual grebeg sinongkel di Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Jawa Timur pada tahun 2018 ini. Pasalnya grebeg sinongkel kali ini bertepatan dengan datangnya malam gerhana bulan, sehingga ritual tahunan bersih desa tersebut menjadi lebih special dan tampak meriah dari tahun sebelumnya.

Ritual tahunan bersih desa Prambon yang biasa disebut dengan grebeg sinongkel atau sinongkelan, yang digelar pada tahun 2018 ini terbukti jauh lebih meriah dari tahun tahun sebelumnya, pasalnya event tersebut pada tahun ini dikemas dengan mengedepankan edukasi pengenalan seni budaya kepada anak anak dan masyarakat luas yang di aplikasikan melalui berbagai pertunjukan dan pameran seni budaya jawa.

Berdasarkan keterangan sejumlah sesepuh Desa Prambon, grebeg sinongkel atau ritual sinongkelan Merupakan Ritual Tahunan yang dikemas dalam Ritual Adat Bersih Desa, yang diselenggarakan setiap tanggal 14 selo pada penanggalan kalender Jawa, atau 14 Muharam pada penanggalan Hijriyah, Tepatnya pada malam bulan purnama, sedangkan pada malam bulan purnama tahun ini juga bertepatan dengan malam gerhananya bulan purnama.

Sinongkelan sendiri sebenarnya berasal dari kata Sinongkel yang berarti terdongkel, atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan Terusir,  Yaitu kisah terusirnya Pakubuwono 2 dari kerajaannya dan memilih hidup di pelarian bersama masyarakat Prambon. Sehingga saat di pelarian dirinya dijuluki sebagai kanjeng sinongkel, atau Ki Ageng surya lelana, atau sunan Ponorogo.

Kepala Desa Prambon, Anang Irwanto Menerangkan, Pada event grebeg sinongkel tahun 2018 ini, pihaknya mengedepankan terhadap pengenalan seni budaya kepada masyarakat dan generasi muda sejak dini, Oleh karena itu pada event ini sejak awal sudah dimulai dengan berbagai pertunjukan seni budaya seperti halnya pagelaran wayang kulit pameran keris, dan pertunjukan seni budaya lain yang melbatkan langsung masyarakat dan generasi muda.

Sementara itu salah satu warga  desa Prambon, Wahyu Setiawan Juga Menjelaskan, Dengan diadakannya Ritual Grebek Sinongkel di desanya ini, diharapkan tradisi budaya ini tidak akan punah, dan bisa diwariskan ke anak cucu sebagai salah satu warisan budaya.

Perlu diketahui bahwa, Tradisi Sinogkelan sendiri sebenarnya sudah lama ada di Desa Prambon Kecamatan Tugu, Namun tradisi ini sempat hampir punah, dan baru dihidupkan lagi sejak tahun 2017 lalu. Sinongkelan sendiri sesungguhnya menyimpan sejarah masa lalu Kanjeng sinongkel atau Sunan Pakubuwono 2, saat menjalani kehidupannya bermasyarakat di pelariannya.

Views: 8