TRENGGALEK, bioztv.id – Dentuman musik, gemerlap lampu panggung, dan lautan manusia menyulap total suasana Pasar Pon Kabupaten Trenggalek sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Pesta rakyat bertajuk Trenggalek Ekstravaganza ini menjadi penggerak ekonomi baru bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil.
Event yang bertujuan untuk memeriahkan pergantian Tahun Baru 2026, diklaim mampu menghidupkan area luar Pasar Pon pada malam hari. Di sisi lain, gelaran ini turut berdampak pada terganggunya arus lalu lintas. Pasalnya, sebagian ruas jalan ditutup total untuk area parkir berbayar.
Pedagang Kecil Panen Berkah
Pasar Pon yang biasanya lengang pada malam hari, kini berubah menjadi pusat keramaian masyarakat. Kondisi ini langsung mendatangkan keuntungan bagi para pedagang kaki lima yang membuka lapak di kawasan tersebut.
Eko Wasis Rianto, pedagang angkringan yang sehari-hari mangkal sebagai PKL di area Pasar Pon, mengaku merasakan dampak ekonomi secara langsung.
“Kalau hari biasa, pendapatan tidak menentu dan sering sepi. Sejak ada Trenggalek Ekstravaganza, penghasilan saya meningkat berkali-kali lipat,” ujar Eko.
Omzet Angkringan Melonjak Drastis
Dalam kondisi normal, Eko biasanya hanya meraup omzet sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Namun, selama Trenggalek Ekstravaganza berlangsung, omzet penjualannya melonjak tajam.
“Sehari bisa tembus Rp1 juta, bahkan pernah sampai Rp2 juta. Semua tergantung acara di panggung utama. Kalau penampilannya ramai, pembeli juga ikut membludak,” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Meski harus membayar sewa stan sebesar Rp1,5 juta, Eko menilai biaya tersebut sebanding dengan keuntungan yang ia peroleh. Ia pun berharap pemerintah daerah atau pihak terkait rutin menggelar acara serupa.
“Ini baru pertama kali digelar di sini, tapi dampaknya sangat terasa. Harapannya acara seperti ini bisa sering diadakan, tidak hanya saat tahun baru,” tambahnya.
Padukan Seni dan Ekonomi Rakyat
Ketua Panitia Trenggalek Ekstravaganza, Kusnudin, menjelaskan bahwa panitia menggelar acara ini selama 11 hari, mulai 28 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa konsep acara tidak hanya mengedepankan hiburan, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan memberi ruang bagi pelaku seni lokal.
“Tujuan utama kami menggerakkan UMKM sekaligus membuka ruang ekspresi bagi pegiat seni, khususnya seni tari,” jelas Kusnudin.
Setiap malam, panggung utama menampilkan beragam atraksi, mulai dari lomba tari, pertunjukan seni bela diri, hingga penampilan musisi nasional seperti Fakedopp, serta deretan penyanyi lokal kebanggaan Trenggalek.
70 UMKM Lokal Ramaikan Stand
Dari 100 stan yang tersedia, panitia menyediakan 70 stan khusus bagi pelaku UMKM dan memanfaatkan sisanya sebagai stan pendukung acara. Kusnudin menilai antusiasme masyarakat sangat tinggi karena untuk pertama kalinya Pasar Pon menjadi lokasi agenda hiburan berskala besar.
“Respons masyarakat sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa ruang publik seperti pasar bisa kembali hidup jika kami kemas dengan konsep yang kreatif dan tepat,” pungkasnya.(CIA)
Views: 26

















