TRENGGALEK, bioztv.id — Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengunci langkah percepatan pembangunan daerah. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembiayaan senilai Rp70 miliar bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), Trenggalek siap tancap gas membenahi infrastruktur.
Penandatanganan akta pembiayaan ini berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa (21/4/2026). Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Rasnawa, hadir langsung untuk menegaskan komitmen kolaborasi dalam mendorong kemajuan sektor jalan, pariwisata, hingga kawasan perkotaan di Trenggalek.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi creative financing atau pembiayaan kreatif.
“Ini bukan keputusan mendadak. Kami sudah merancang rencana ini sejak tahun lalu dan memasukkannya ke dalam RPJMD serta APBD 2026. DPRD juga telah memberikan restu,” ujar Arifin.
Fokus Jalan dan Wisata: Jadi Motor Ekonomi Baru
Pemerintah membagi total dana Rp70 miliar tersebut ke dalam dua pos utama. Sebesar Rp41 miliar mengalir untuk pembangunan infrastruktur jalan, sementara Rp29 miliar lainnya membiayai pengembangan sektor pariwisata dan penataan wajah kota.
Arifin menjelaskan, pemerintah sengaja tidak menghabiskan seluruh anggaran hanya untuk jalan. Ia memilih mengombinasikannya dengan sektor yang mampu menghasilkan dampak ekonomi langsung bagi daerah.
“Jika semuanya hanya untuk jalan, manfaatnya tidak langsung terasa pada pendapatan daerah. Maka, kami padukan dengan pariwisata dan penataan kota agar muncul sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
PT SMI Puji Inisiatif Berani Pemkab Trenggalek
Direktur PT SMI, Faaris Rasnawa, mengapresiasi langkah Pemkab Trenggalek sebagai terobosan strategis untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah.
“Kami mendukung penuh inisiatif creative financing Pak Bupati. Hari ini kami mengucurkan pembiayaan untuk dua sektor utama, yaitu jalan dan pariwisata,” ungkap Faaris.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan sebelumnya. Saat pandemi Covid-19 melanda, PT SMI juga mendanai proyek jalan dan rumah sakit di Trenggalek yang kini membuahkan hasil positif.
“Dampaknya sudah terlihat nyata, baik dari sisi layanan publik maupun peningkatan pendapatan daerah. Keberhasilan itulah yang mendasari kami untuk melanjutkan kerja sama ini,” tambahnya.
Skema Ketat: Cair Berdasarkan Progres Lapangan
Untuk menjaga akuntabilitas, PT SMI menerapkan skema pencairan bertahap berbasis progres fisik proyek. Model ini menjamin transparansi sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai jadwal.
Pemerintah menetapkan jangka waktu pembiayaan selama 42 bulan (sekitar 3,5 tahun). Mereka menyusun skema ini melalui perhitungan cermat agar tidak melampaui masa jabatan kepala daerah.
“Kami mencairkan dana sesuai progres pekerjaan demi memastikan tata kelola yang baik. Ini adalah standar ketat yang kami terapkan di seluruh daerah,” tegas Faaris.
Menghidupkan “Raksasa Tidur” Pariwisata
Bupati Arifin mengarahkan pembiayaan ini untuk menghidupkan kembali destinasi wisata yang selama ini belum optimal. Ia ingin menciptakan pusat pertumbuhan baru di kawasan seperti Pantai Prigi, Goa Lowo, hingga koridor Dilem Wilis.
“Kami ingin menciptakan sumber pendapatan baru. Wisatawan bisa jenuh jika hanya mengandalkan destinasi lama. Maka, kami kembangkan spot-spot baru agar ekosistem wisata terus tumbuh,” tegasnya.
Ia optimistis infrastruktur yang baik akan memicu efek berantai, termasuk menarik investasi swasta seperti pembangunan glamping dan usaha kreatif lainnya.
“Begitu infrastruktur beres, pelaku usaha pasti masuk. Di situlah roda ekonomi warga akan bergerak kencang,” ujarnya.
Pembiayaan sebagai Alat Perubahan
Arifin menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa skema pembiayaan ini bukan beban, melainkan alat untuk mempercepat perubahan ekonomi. Ia berkaca pada keberhasilan sektor kesehatan di Trenggalek.
“Dulu pendapatan rumah sakit daerah hanya sekitar Rp20 miliar, sekarang melonjak hingga Rp140 miliar setelah kita bangun dengan skema pembiayaan. Ini bukti nyata bahwa pembiayaan bisa menjadi pengungkit ekonomi yang kuat,” pungkasnya.
“Investasi pada infrastruktur dan pariwisata hari ini adalah cara kami menjamin kesejahteraan warga Trenggalek di masa depan. Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun harapan dan sumber pendapatan baru,” tutup Arifin.(CIA)
Views: 11
















