TRENGGALEK, bioztv.id — Polres Trenggalek memanfaatkan momentum Hari Bumi untuk menggerakkan aksi nyata pelestarian lingkungan. Korps Bhayangkara ini menanam ratusan pohon beringin secara serentak di berbagai titik lahan kritis guna menjamin ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.
Aksi penghijauan ini menjangkau 14 kecamatan di seluruh Kabupaten Trenggalek. Salah satu lokasi utama penanaman berada di kawasan perbukitan Margoesis, Kelurahan Surodakan. Dalam kegiatan ini, petugas menanam total 200 bibit pohon beringin.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memulihkan ekosistem yang mulai rusak.
“Kami melakukan penanaman ini untuk mendukung kelestarian lingkungan. Fokus utama kami adalah menjaga sumber air agar tetap tersedia di masa depan,” ujar AKBP Ridwan.
Mengapa Pohon Beringin?
Polres Trenggalek memilih lokasi penanaman di area yang mengalami degradasi lingkungan dan rawan kekeringan. Mereka juga memilih pohon beringin karena memiliki karakteristik akar yang sangat kuat serta mampu menyerap dan menyimpan cadangan air dalam jumlah besar.
Selain menjadi “tabungan air” alami, pohon beringin juga efektif menahan erosi dan mengurangi risiko tanah longsor di kawasan perbukitan yang miring.
“Harapan kami, titik-titik penanaman ini nantinya bisa bertransformasi menjadi sumber mata air baru yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Terinspirasi “Mbah Sadiman” sang Pahlawan Lingkungan
Ridwan menjelaskan bahwa aksi ini terinspirasi dari kisah sukses Sadiman, sosok yang berhasil menghijaukan lereng kering di kawasan Gunung Lawu hingga sumber air kembali melimpah.
Semangat juang Sadiman mendorong jajaran Polres Trenggalek untuk melakukan langkah serupa di Bumi Menak Sopal. “Kami ingin meneladani semangat beliau. Kami percaya lahan kering bisa kembali hijau dan memberikan manfaat besar bagi warga,” jelas AKBP Ridwan.
Komitmen Perawatan Jangka Panjang
Polres Trenggalek memastikan program ini tidak berhenti pada tahap penanaman saja. Mereka berkomitmen merawat bibit-bibit pohon tersebut secara berkelanjutan agar tumbuh maksimal hingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami ingin berkontribusi aktif menjaga keseimbangan alam sekaligus mengantisipasi ancaman krisis air akibat perubahan iklim di masa depan,” pungkasnya.(CIA)
Views: 7
















