TRENGGALEK, bioztv.id – Memasuki musim kemarau, kekhawatiran masyarakat terhadap potensi berkurangnya pasokan air bersih mulai meningkat. Namun, Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Wening Kabupaten Trenggalek memastikan debit sumber air utama masih berada pada kondisi aman, sehingga distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan tetap berjalan normal.
Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, mengingat sejumlah wilayah di Trenggalek mulai merasakan dampak musim kemarau yang kerap memicu kekeringan dan menurunkan debit mata air.
“Debit air di Sumber Bayong sampai hari ini belum terpengaruh oleh musim kemarau. Alhamdulillah, layanan distribusi air bersih ke seluruh pelanggan masih berjalan lancar tanpa kendala,” terang Direktur Perumda Air Minum Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori.
Khoirul berharap debit air baku tetap stabil hingga puncak musim kemarau berakhir agar perusahaan dapat terus menyalurkan air bersih secara konsisten kepada seluruh pelanggan.
Sumber Bayong Menjadi Tulang Punggung Layanan 5 Kecamatan
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, PDAM Tirta Wening mengoperasikan 25 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Trenggalek.
Sebanyak sembilan SPAM memanfaatkan sumur dalam (deep well), sedangkan 16 SPAM lainnya mengandalkan sumber mata air pegunungan.
Khoirul menjelaskan bahwa Sumber Bayong menjadi aset paling vital sekaligus tulang punggung utama layanan PDAM. Karena mata air tersebut memasok kebutuhan air bersih di lima kecamatan.
“Sumber Bayong memasok kebutuhan air untuk warga di Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Tugu, Karangan, dan Pogalan melalui pengolahan di IPA 1, IPA 2, serta IPA 3,” ungkap Khoirul.
Karena melayani wilayah yang luas, PDAM terus menjaga stabilitas debit Sumber Bayong agar distribusi air tetap aman sepanjang musim kemarau.
Layani Hampir 19 Ribu Pelanggan
Hingga pertengahan 2026, PDAM Tirta Wening telah melayani lebih dari 18.893 pelanggan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
Data tersebut menunjukkan hanya Kecamatan Suruh yang belum terhubung dengan jaringan perpipaan PDAM.
“Tim kami sudah melayani lebih dari 18.893 pelanggan yang tersebar di 13 kecamatan. Praktis tinggal Kecamatan Suruh yang belum terjangkau jaringan perpipaan PDAM,” pungkas Khoirul.
Meski jumlah pelanggan terus bertambah, manajemen PDAM tetap memprioritaskan perlindungan sumber air baku. Ini sebagai langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
Hingga pertengahan musim kemarau 2026, PDAM memastikan produksi air baku masih melimpah. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi gangguan maupun penghentian distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan.(CIA)
Views: 12
















