TRENGGALEK, bioztv.id — Langkah seorang petani wanita menuju sawah berubah menjadi peristiwa mengejutkan bagi warga Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Saat suasana masih gelap menjelang subuh, ia menemukan seorang bayi laki-laki yang baru lahir terbungkus kain jarik di dalam sebuah tas kecil di teras rumah kosong, Minggu (26/7/2026).
Perempuan bernama Yatini itu menjadi saksi pertama yang menemukan bayi tersebut sekitar pukul 04.50 WIB. Awalnya, pandangannya tertuju pada bungkusan kain jarik merah yang tergeletak di teras rumah tetangganya. Rasa penasaran membuatnya mendekati bungkusan itu.
Begitu membuka kain penutupnya, Yatini langsung terkejut karena melihat seorang bayi yang diduga baru saja dilahirkan.
“Awalnya saya hanya melihat bungkusan kain jarik merah. Saya sempat ragu itu bayi atau cuma boneka. Begitu saya buka penutupnya, ternyata benar bayi. Wajahnya bahkan masih tertutup kain,” tutur Yatini, Minggu (26/7/2026).
Kondisi bayi tersebut semakin membuat Yatini panik.
Ia melihat tali pusar bayi masih menempel utuh di tubuhnya. Kondisi itu menguatkan dugaan bahwa seseorang baru saja melahirkan bayi tersebut sebelum meninggalkannya di lokasi.
“Plasentanya masih belum dipotong sama sekali. Kelihatannya memang benar-benar baru lahir,” imbuhnya.
Yatini tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan bayi itu. Ia langsung berteriak memanggil warga sekitar. Warga kemudian menghubungi kepala desa, yang segera menelepon bidan desa untuk memberikan pertolongan pertama.
“Saya langsung berteriak memberi tahu tetangga. Setelah itu Pak Lurah menelepon bidan dan warga langsung berbondong-bondong datang ke lokasi,” jelasnya.
Polisi Buru Pelaku Pembuangan
Kapolsek Tugu, AKP Sunawir, membenarkan penemuan bayi tersebut. Ia menjelaskan bahwa bayi laki-laki itu memiliki berat sekitar 3 kilogram dan berada di dalam tas kecil yang dibungkus kain jarik bermotif batik.
“Saksi mengecek teras rumah kosong lalu menemukan bayi tersebut. Saksi lantas memanggil warga dan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” terang Sunawir.
Petugas kepolisian bersama tim medis langsung membawa bayi itu ke Puskesmas Tugu untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya, tim medis merujuk bayi tersebut ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek agar memperoleh penanganan medis intensif.
“Saat ini bayi sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Soedomo Trenggalek,” tegasnya.
Penyidik Kantongi Petunjuk Awal
Jajaran Polsek Tugu kini mempercepat penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi tersebut. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sunawir mengungkapkan bahwa tim penyidik telah mengantongi petunjuk awal mengenai sosok yang diduga membawa bungkusan sebelum meninggalkan bayi itu di teras rumah warga. Namun, polisi masih terus menelusuri identitas orang tersebut.
“Kami masih terus melakukan pengembangan dari keterangan para saksi. Ada informasi bahwa tadi pagi ada seseorang terlihat membawa bungkusan yang diduga kuat meletakkan bayi tersebut, tapi kami masih mendalami identitasnya,” ungkapnya.
Untuk kepentingan penyidikan, polisi menyita selembar kain jarik bermotif batik warna merah dan sebuah tas kecil berwarna merah marun kombinasi putih yang pelaku gunakan untuk membungkus bayi.
Polisi berharap dapat segera menangkap pelaku, mengungkap motif di balik pembuangan bayi yang baru lahir itu, serta membawa pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.(CIA)
Views: 13
















