Sekolah Rakyat Trenggalek Open House Gedung Baru 31 Juli, Suguhkan Atraksi Seni hingga Pidato 3 Bahasa

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idSekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 50 Trenggalek siap membuka pintu bagi masyarakat melalui agenda open house pada 31 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ajang perdana untuk memperkenalkan kompleks kampus permanen sekaligus menandai dimulainya aktivitas belajar mengajar di lokasi baru. Selain memperkenalkan fasilitas sekolah, pihak sekolah juga menyiapkan berbagai penampilan siswa yang selama ini menempuh pendidikan di kampus rintisan.

“Siswa-siswa kami yang existing saat ini sedang fokus berlatih dan menyiapkan penampilan terbaik untuk menyapa masyarakat di acara open house nanti,” ungkap Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro.

Para siswa menyiapkan beragam atraksi untuk menyambut para pengunjung. Mereka akan menampilkan variasi baris-berbaris kreatif, tarian tradisional, karawitan, pidato dalam tiga bahasa, hingga tahlil dan shalawatan. Seluruh penampilan tersebut menggambarkan program pembiasaan serta pendidikan karakter yang selama ini dijalankan di Sekolah Rakyat.

Boyong Siswa dan Aset BMN ke Kampus Permanen

Open house juga menjadi penanda resmi perpindahan seluruh aktivitas pembelajaran dari gedung rintisan menuju kampus permanen.

Manajemen sekolah kini mempercepat mobilisasi siswa sekaligus memindahkan aset Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari Biro Umum dan Pusdiklat. Tim sekolah menggandeng Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, relawan Pagana, serta berbagai pihak terkait untuk memperlancar proses perpindahan tersebut.

“Kami bersama tim gabungan sedang merapikan dan mengawal proses mobilisasi siswa serta BMN menuju kampus SR permanen,” tutur Yogyantoro.

Ia memastikan seluruh proses perpindahan berlangsung secara bertahap agar seluruh sarana dan prasarana siap digunakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Pembangunan Kampus Capai 92 Persen

Manajemen Sekolah Rakyat menjadwalkan open house ketika pembangunan kampus permanen hampir selesai.

Berdasarkan data pendamping Kementerian Sosial RI, progres pembangunan kompleks sekolah telah mencapai 92 persen. Gedung SMP sudah rampung sepenuhnya, sedangkan gedung SD dan SMA hanya menyisakan pekerjaan finishing ringan.

“Progres pengerjaan fisik di lapangan saat ini sudah menyentuh angka 92 persen,” jelas Yogyantoro.

Ia memastikan sisa pekerjaan tersebut tidak akan mengganggu kenyamanan maupun aktivitas belajar para siswa.

Kuota SMA Masih Tersisa 37 Kursi

Selain memperkenalkan kampus baru, Sekolah Rakyat juga memanfaatkan momentum open house untuk menjaring calon peserta didik jenjang SMA.

Saat ini sekolah memiliki 75 siswa aktif di kampus rintisan. Kuota jenjang SD dan SMP sudah terisi penuh. Sementara itu, jenjang SMA baru menerima 83 pendaftar dari total kapasitas 120 siswa sehingga masih tersedia 37 kursi.

Yogyantoro mengatakan para siswa menyambut kepindahan ke kampus baru dengan penuh antusias karena mereka akan belajar di lingkungan yang lebih nyaman dan modern.

“Anak-anak sangat senang dan antusias karena bisa menempati gedung baru yang mengusung sarana serta prasarana yang jauh lebih lengkap,” pungkasnya.(CIA)

Views: 2