TRENGGALEK, bioztv.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek terus memacu persiapan menjelang pemanfaatan gedung permanen baru. Di tengah progres pembangunan yang hampir selesai, manajemen sekolah kini memusatkan perhatian pada pemenuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung layanan pendidikan berbasis asrama.
Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan pihaknya telah mengajukan penambahan tenaga kependidikan kepada Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) serta Biro SDM. Langkah tersebut mereka tempuh untuk mengantisipasi perpindahan ke gedung baru yang nantinya mampu menampung hingga 270 siswa.
“Karena insyaallah kami akan segera pindah ke bangunan permanen yang berkapasitas sekitar 270 siswa, kami bergerak cepat mengusulkan penambahan tenaga kependidikan ke Pusdiklat dan Biro SDM,” kata Yogyantoro.
Menurutnya, sekolah saat ini paling membutuhkan tambahan wali asuh. Mereka memegang peran penting karena mendampingi siswa selama menjalani kehidupan sehari-hari di lingkungan asrama.
Secara rinci, pihak sekolah mengusulkan tambahan 27 wali asuh, 9 wali asrama, 3 operator sekolah, 3 bendahara, dan 2 tenaga tata usaha (TU).
Kejar Rasio Ideal Pendamping dan Siswa
Yogyantoro menjelaskan jumlah wali asuh dan wali asrama yang tersedia saat ini masih belum memenuhi kebutuhan sekolah berasrama. Saat ini SRT 50 Trenggalek hanya memiliki 11 tenaga pendamping.
Ketika kapasitas sekolah meningkat menjadi 270 siswa, sekolah juga harus menyesuaikan jumlah pendamping agar pengawasan dan pembinaan tetap berjalan optimal.
“Kami menargetkan satu wali asuh mendampingi maksimal 10 siswa. Karena itu, kami membutuhkan tenaga pendamping yang cukup ketika seluruh asrama terisi penuh,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa wali asuh menjadi salah satu elemen terpenting dalam sistem pendidikan Sekolah Rakyat. Selain mengawasi kegiatan belajar, mereka juga membina karakter, menanamkan disiplin, serta memberikan dukungan psikologis kepada para siswa.
Progres Pembangunan Gedung Sudah Capai 80 Persen
Sementara itu, tim pelaksana proyek terus mempercepat pembangunan gedung permanen SRT 50 Trenggalek. Berdasarkan laporan yang diterima sekolah dari manajemen proyek dan Dinas Sosial, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
“Informasi terbaru yang kami terima dari project manager dan Dinas Sosial menyebutkan progres pembangunan fisik sudah mencapai sekitar 80 persen,” ungkap Yogyantoro.
Melihat perkembangan tersebut, pihak sekolah optimistis proses perpindahan ke gedung baru dapat berjalan sesuai jadwal.
Kompleks gedung permanen itu nantinya akan menjadi pusat pendidikan berbasis asrama yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan.
Prioritaskan Lulusan Sarjana untuk Wali Asuh
Untuk menjaga kualitas layanan pendidikan, SRT 50 Trenggalek menetapkan syarat minimal lulusan sarjana (S1) bagi pelamar posisi wali asuh.
Pihak sekolah memprioritaskan pelamar dari jurusan yang relevan dengan pendidikan atau pendampingan anak. Meski demikian, mereka tetap membuka kesempatan bagi lulusan dari bidang ilmu lainnya.
“Syarat untuk melamar posisi wali asuh minimal lulusan sarjana. Kami memang memprioritaskan jurusan yang relevan, tetapi pelamar dari latar belakang pendidikan lain tetap memiliki peluang yang sama,” terangnya.
Yogyantoro berharap peningkatan kapasitas siswa dapat berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan tenaga pendamping dan tenaga administrasi. Dengan begitu, sekolah tetap mampu menjaga kualitas pendidikan dan pembinaan karakter meski jumlah peserta didik bertambah signifikan.
“Harapan kami, saat jumlah siswa bertambah, jumlah tenaga kependidikan juga ikut bertambah. Mulai dari wali asuh, wali asrama, hingga staf pendukung lainnya, agar proses pembelajaran dan pembinaan dapat berjalan maksimal,” pungkasnya.(CIA)
Views: 4

















