Kolam Dikuras, Jejak Peradaban Kuno Kembali Muncul dari Perut Sendang Kamulyan Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idStruktur bata kuno yang muncul dari dasar Sendang Kamulyan di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, membuka babak baru penelusuran jejak sejarah di Kabupaten Trenggalek.

Lokasi temuan tersebut berada sangat dekat dengan kawasan bersejarah tempat para peneliti menemukan Prasasti Kamulan, artefak monumental yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Menindaklanjuti temuan itu, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) langsung mengirim tim ke lokasi. Tim tersebut melakukan identifikasi awal sekaligus menyiapkan laporan resmi untuk Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Trowulan, Mojokerto.

Plt Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, mengatakan pihaknya segera bergerak setelah Pemerintah Desa Kamulan melaporkan keberadaan struktur bata di bawah genangan air sendang.

“Kami hari ini langsung menindaklanjuti laporan dari Pemerintah Desa Kamulan mengenai struktur menyerupai susunan batu bata di bawah genangan air kawasan Sendang Kamulyan,” ujar Toni Widianto usai meninjau lokasi, Senin (15/6/2026).

Toni menjelaskan, pihaknya menggandeng para pegiat sejarah lokal untuk mendokumentasikan seluruh kondisi lapangan secara rinci selama proses identifikasi awal berlangsung.

Tim di lapangan mengukur dimensi struktur, mendokumentasikan kondisi situs, serta menggali informasi dari warga sekitar. Melalui langkah tersebut, Disparbud ingin melengkapi data awal sebelum menyerahkan laporan kepada instansi yang berwenang.

“Kami mencatat, mengukur, dan mewawancarai masyarakat sekitar agar kami mengantongi data yang lebih lengkap. Setelah semua rampung, kami segera mengoordinasikan hasil temuan ini dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Trowulan,” jelasnya.

Lokasi Penemuan Strategis

Struktur bata kuno itu berada di kawasan yang cukup strategis. Lokasinya berdekatan dengan Balai Desa Kamulan dan Pondok Pesantren Hidayatut Tullab. Selain itu, jaraknya hanya sekitar 300 meter dari jalur nasional Trenggalek–Tulungagung.

Untuk melihat bentuk struktur secara utuh, petugas Disparbud bersama puluhan warga menguras air sendang selama hampir satu jam.

Setelah permukaan air surut, susunan bata kuno terlihat semakin jelas. Pola konstruksi yang tampak pada struktur tersebut memperkuat dugaan bahwa bangunan itu merupakan bagian dari peninggalan masa lampau.

Meski demikian, Disparbud Trenggalek memilih tidak berspekulasi mengenai fungsi maupun usia struktur tersebut. Dinas menunggu kajian resmi dari tim ahli BPK sebelum mengambil kesimpulan.

“Kami masih menunggu hasil kajian resmi dari pihak yang memiliki kewenangan penuh. Yang jelas, kami akan segera melaporkan temuan berharga ini agar tim ahli bisa menindaklanjutinya,” tegas Toni.

Jejak Sejarah Kerajaan Kediri di Bumi Kamulan

Temuan terbaru ini menambah daftar potensi peninggalan purbakala di Desa Kamulan. Kawasan tersebut memang memiliki posisi penting dalam sejarah Trenggalek karena menyimpan keterkaitan erat dengan Prasasti Kamulan.

Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri menerbitkan prasasti itu pada tahun 1194 Masehi atau 1116 Saka. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek masih menggunakan prasasti tersebut sebagai dasar penetapan hari jadi daerah setiap 31 Agustus.

Kemunculan struktur bata kuno di kawasan yang sama semakin menguatkan dugaan bahwa Desa Kamulan masih menyimpan banyak jejak peradaban masa lalu yang belum terungkap. Karena itu, Disparbud berharap masyarakat ikut menjaga lokasi temuan hingga tim ahli menyelesaikan penelitian lebih lanjut.(CIA)

Views: 34