TRENGGALEK, bioztv.id – Hitung mundur pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah dimulai, namun kuota Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek masih belum terpenuhi. Hingga batas penutupan sementara (cut off) pada 30 Juni 2026, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Trenggalek mencatat 229 calon siswa. Artinya, panitia masih membutuhkan 41 siswa lagi untuk melengkapi kuota sebanyak 270 peserta didik.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan kesempatan anak-anak lain untuk bergabung masih terbuka lebar. Sebab, Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi entry dan multi exit yang membuat proses penerimaan siswa berlangsung lebih fleksibel dibanding sekolah reguler.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Trenggalek, Soelung Prasetyo Raharjeng Sidjoe, menjelaskan bahwa calon siswa yang terdaftar hingga akhir Juni tersebar di tiga jenjang pendidikan.
“Data terbaru menunjukkan calon siswa Sekolah Rakyat sampai batas cut off 30 Juni kemarin mencapai 229 anak. Jumlah ini mencakup 30 siswa SD, 117 siswa SMP, dan 82 siswa SMA. Angka ini masih sangat mungkin bertambah sampai kami memenuhi kuota maksimal 270 siswa,” ujar Soelung Prasetyo.
Dinsos Terus Buka Rekrutmen dengan Sistem Fleksibel
Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem penerimaan seperti sekolah formal pada umumnya. Pengelola memberi kesempatan kepada calon siswa cadangan untuk menggantikan peserta yang mengundurkan diri setelah kegiatan belajar mengajar dimulai.
Soelung mengatakan, pengelola sengaja menerapkan sistem tersebut agar setiap kuota yang dibiayai negara benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
“Kami memang menerapkan sistem multi entry dan multi exit. Jadi, kalau nanti ada anak yang sudah masuk lalu satu atau dua bulan kemudian memutuskan keluar, anak lain yang memenuhi syarat bisa langsung menggantikan posisinya,” jelas Soelung.
Melalui mekanisme tersebut, panitia tetap membuka proses rekrutmen meski tahun ajaran baru telah berjalan.
Dinsos Masih Menunggu Hasil Asesmen Kemensos
Dinsos Trenggalek sebenarnya menjadwalkan MPLS mulai 14 Juli 2026. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut masih bergantung pada hasil asesmen Kementerian Sosial (Kemensos) terhadap kelayakan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Saat ini, tim dari pemerintah pusat masih memeriksa kondisi bangunan untuk memastikan ruang kelas aman dan siap digunakan.
“Kalau mengacu pada linimasa dari Kementerian Sosial, anak-anak idealnya mengikuti MPLS sekitar 14 Juli nanti. Namun, kami masih menunggu hasil asesmen pusat untuk memastikan gedung permanen ini benar-benar layak digunakan,” kata Soelung.
Jika Kemensos menyatakan gedung layak pakai, panitia akan langsung menggelar MPLS sesuai jadwal. Sebaliknya, panitia akan menjadwal ulang kegiatan apabila hasil asesmen masih mengharuskan perbaikan bangunan.
“Kalau hasil asesmen menyatakan gedung sudah layak, kami langsung mengumpulkan anak-anak untuk MPLS di gedung permanen. Namun, kalau belum lolos uji, kami kemungkinan mengundur jadwalnya,” tambahnya.
Dinsos Tinggal Menunggu Penyerahan Gedung
Meski hasil asesmen belum keluar, Dinsos memastikan seluruh sarana dan prasarana pembelajaran telah siap digunakan.
Soelung mengatakan, Kementerian Sosial bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melengkapi seluruh kebutuhan ruang belajar. Pemerintah daerah kini hanya menunggu proses penyerahan gedung.
“Kalau untuk urusan sarana dan prasarana belajar, Kementerian Sosial dan Kementerian PU sudah melengkapinya semuanya,” tutur Soelung.
Sistem Fleksibel Perluas Akses Pendidikan
Sistem multi entry dan multi exit menjadi keunggulan utama Sekolah Rakyat dibanding sekolah reguler.
Pemerintah menerapkan sistem tersebut agar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya belum sempat mendaftar atau terkendala administrasi tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan gratis selama kuota masih tersedia.
Sambil menunggu hasil asesmen gedung dari Kementerian Sosial, Dinsos Trenggalek terus bersiaga menyelesaikan seluruh tahapan persiapan. Langkah itu diharapkan mempercepat pelaksanaan Sekolah Rakyat sesuai target tahun ajaran 2026.(CIA)
Views: 5

















