Target 20 Juni Meleset, Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek DIperpanjang hingga Akhir Juli

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idKontraktor belum berhasil menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Trenggalek sesuai target awal. Semula, proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Namun, pemerintah memberikan tambahan waktu hingga 30 Juli 2026 agar kontraktor dapat menyempurnakan tahap akhir pembangunan tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.

Meski jadwal bergeser, para pekerja terus mempercepat proses pembangunan di lapangan. Hingga akhir Juni 2026, progres fisik proyek telah mencapai 86,44 persen. Bahkan, tim pelaksana sudah memfungsikan sejumlah fasilitas utama.

Pekerja Fokus Tuntaskan Finishing dan Landscape

Site Engineer Manager Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Alivio Aldiguna Akhbar, mengatakan para pekerja kini memusatkan perhatian pada pekerjaan finishing serta penataan kawasan atau landscape.

“Saat ini progres pembangunan sudah menembus 86,44 persen. Beberapa bangunan inti bahkan sudah fungsional, contohnya gedung serbaguna, gedung SMP, dan masjid. Sekarang fokus kami tinggal menyelesaikan urusan finishing dan landscape,” ungkap Alivio Aldiguna Akhbar.

Alivio menjelaskan, tim konstruksi telah menuntaskan seluruh pekerjaan struktur utama. Setelah itu, mereka mengalihkan pekerjaan ke tahap penyempurnaan detail bangunan agar kompleks sekolah benar-benar siap menyambut siswa pada tahun ajaran baru.

Ia juga mengakui target penyelesaian proyek bergeser dari jadwal semula. Meski demikian, pemerintah telah memberikan perpanjangan waktu hingga 30 Juli 2026.

“Awalnya target selesai jatuh pada 20 Juni, tetapi kami menerima perpanjangan waktu hingga 30 Juli. Kami terus mempercepat ritme kerja di lapangan agar bisa memenuhi target baru tersebut,” katanya optimistis.

Gedung Sekolah Siap Digunakan, Asrama Dikebut

Alivio menyebut beberapa bangunan pendidikan sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Gedung SMP dan gedung serbaguna menjadi fasilitas yang paling siap, sedangkan pembangunan asrama siswa kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

Kompleks Sekolah Rakyat Trenggalek nantinya akan mencakup tiga gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, kawasan tersebut juga dilengkapi delapan gedung asrama siswa, dua asrama guru, masjid, gedung serbaguna, serta laboratorium di setiap jenjang pendidikan.

“Kami memprioritaskan agar seluruh fasilitas ini sudah bisa digunakan sebelum tanggal 30 Juli sehingga sekolah dapat langsung memanfaatkannya untuk menyambut tahun ajaran baru,” jelas Alivio.

Sekolah Tampung 1.080 Siswa dan Ramah Disabilitas

Perancang proyek menetapkan kapasitas Sekolah Rakyat Trenggalek mencapai 1.080 siswa. Kapasitas tersebut terbagi ke dalam 36 ruang kelas dengan rata-rata 30 siswa di setiap kelas.

Selain menyediakan ruang belajar, kompleks sekolah ini juga menghadirkan berbagai fasilitas penunjang, seperti laboratorium, lapangan mini soccer, lapangan basket, hingga jalur khusus bagi penyandang disabilitas yang terhubung ke hampir seluruh gedung.

Pada sektor hunian, pengelola menyiapkan kamar asrama dengan kapasitas 10 hingga 20 siswa per kamar. Mereka juga memisahkan asrama putra dan putri serta melengkapinya dengan kipas angin, kamar mandi, dan toilet bersama.

Gerbang Sekolah Angkat Identitas Lokal Trenggalek

Tim pelaksana tidak hanya mengedepankan fungsi pendidikan, tetapi juga mengangkat identitas budaya lokal dalam desain kawasan. Mereka menerapkan sentuhan arsitektur tradisional pada gerbang utama sebagai representasi kearifan lokal Bumi Menak Sopal.

“Kami ingin menjadikan Sekolah Rakyat ini sebagai gerbang ilmu pengetahuan yang agung. Karena itu, kami mendesain gerbang depan dengan nuansa tradisional yang kental untuk mencerminkan identitas daerah sekaligus mendukung visi besar mencerdaskan generasi masa depan,” tutur Alivio.

Dengan progres pembangunan yang telah menembus 86,44 persen, tim pelaksana kini hanya menyelesaikan pekerjaan detail di sejumlah titik. Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas Sekolah Rakyat Trenggalek siap digunakan pada akhir Juli 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai kalender pendidikan nasional.(CIA)

Views: 12