Hari Fraksi Ke-9: UMKM, Peternak Lele hingga Sekolah Ma’arif Curhat Beragam Problem ke PKB Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPelaku UMKM mengeluhkan keterbatasan alat produksi, peternak lele kesulitan memperoleh bibit, sementara pengelola sekolah Ma’arif membutuhkan dukungan bagi pendidikan berbasis pesantren. Beragam persoalan itu mengemuka dalam agenda Hari Fraksi ke-9 yang digelar Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Trenggalek.

Perwakilan masyarakat dari berbagai sektor mendatangi Kantor DPC PKB Trenggalek untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Mereka berasal dari kalangan pengusaha keripikda produsen jajanan tradisional. Selain itu pembudidaya ikan lele, hingga pengelola lembaga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menjelaskan bahwa partainya sengaja membuka forum Hari Fraksi sebagai ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat. Melalui forum ini, PKB ingin memetakan persoalan riil di lapangan sekaligus menyiapkan langkah pendampingan yang tepat.

“Alhamdulillah, hari ini kami sukses menggelar Hari Fraksi yang ke-9. Kami menerima dan mencatat langsung aspirasi dari para pelaku UMKM, pengusaha perikanan air tawar, hingga pengelola lembaga pendidikan. Kami berkomitmen menindaklanjuti semua masukan ini sesuai dengan kebutuhan sektor masing-masing,” ujar Sukarodin, Jumat (26/6/2026).

UMKM Keripik Minta Pemerintah Modernisasi Alat Produksi

Pelaku UMKM yang memproduksi keripik mbote (talas), keripik pisang, dan berbagai olahan hortikultura menyampaikan salah satu aspirasi utama dalam forum tersebut.

Sukarodin mengapresiasi para pelaku usaha itu karena mereka mampu membuka lapangan kerja bagi sembilan warga. Namun, ia menilai kapasitas produksi mereka belum berkembang maksimal karena mereka masih mengandalkan peralatan sederhana.

“Mereka sejauh ini masih mengandalkan alat produksi manual. Padahal, volume produksi mereka sudah cukup besar dan sanggup menggaji sembilan karyawan. Ke depan, Fraksi PKB akan mengawal pemenuhan kebutuhan alat produksi modern sekaligus membuka akses permodalan bagi mereka,” tuturnya.

Untuk memperkuat permodalan, PKB berencana mempertemukan para pelaku UMKM dengan perbankan agar mereka memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.

Selain itu, PKB juga akan mengikutsertakan para pelaku usaha tersebut dalam pelatihan pemasaran digital agar produk lokal Trenggalek mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.

“Kami akan memfasilitasi mereka untuk berdialog dengan pihak perbankan. Kami juga mewajibkan mereka ikut dalam pelatihan UMKM naik kelas agar bisnis mereka berkembang pesat,” jelas Sukarodin.

PKB Dorong Produsen Opak Gambir Tingkatkan Kapasitas Produksi

Fraksi PKB juga menerima aspirasi dari para produsen kue semprong atau opak gambir.

Menurut Sukarodin, permintaan pasar terhadap jajanan tradisional tersebut sebenarnya cukup tinggi. Namun, keterbatasan kapasitas produksi membuat para pengrajin belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Kami berkewajiban menyuntikkan motivasi dan mendampingi mereka agar berani menggenjot kapasitas produksinya. Peluang pasar opak gambir ini masih sangat terbuka lebar dan menjanjikan keuntungan besar,” ujarnya.

Peternak Lele Kesulitan Mendapatkan Bibit

Para pembudidaya ikan air tawar, khususnya peternak lele, juga menyampaikan keluhan mereka dalam forum tersebut. Mereka mengaku kesulitan memperoleh bibit lele berkualitas karena permintaan pasar meningkat tajam.

“Ternyata, musuh utama peternak lele saat ini adalah sulitnya memburu bibit berkualitas. Banyak pembudidaya ikan jenis lain beralih ke komoditas lele sehingga permintaan bibit melonjak dan memicu kelangkaan,” kata Sukarodin.

Menanggapi persoalan itu, Sukarodin memastikan Fraksi PKB segera berkoordinasi dengan anggota Komisi terkait, khususnya legislator dari daerah pemilihan IV, untuk mencari solusi.

“Kami sudah menginstruksikan teman-teman anggota dewan di dapil empat agar turun ke lapangan. Mereka akan melakukan pendampingan, dan mengidentifikasi penyebab utama macetnya pasokan bibit lele sehingga solusi konkret bisa segera hadir,” tambahnya.

Sekolah Ma’arif Apresiasi Inisiatif PKB Susun Raperda Pesantren

Pada kesempatan yang sama, perwakilan SMP Islam Nailul Ulum Kampak yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menyampaikan apresiasi kepada Fraksi PKB. Karena Fraksi PKB telah menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Nonformal.

Sukarodin menegaskan bahwa PKB akan terus mengawal penguatan pendidikan berbasis keagamaan sebagai bagian dari komitmen politik partainya.

“Ke depan, kami akan mengintensifkan komunikasi dengan pengelola madrasah diniyah serta seluruh lembaga pendidikan di bawah panji Ma’arif NU demi mengawal pemenuhan hak-hak mereka,” pungkas Sukarodin.

Melalui Hari Fraksi ke-9 ini, PKB Trenggalek tidak hanya menampung berbagai aspirasi masyarakat, tetapi juga menyiapkan langkah untuk menghubungkan kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah. Mulai dari penguatan UMKM, penyelesaian persoalan sektor perikanan, hingga penguatan pendidikan berbasis pesantren menjadi agenda yang akan terus dikawal agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(CIA)

Views: 14