TRENGGALEK, bioztv,id – Demo dihalaman Polres Trenggalek ricuh. Massa yang tak terima dengan hasil pemilihan mulai anarkis dan melawan petugas. Polisi juga mengamankan beberapa peserta demo yang diduga sebagai provokator. Untuk mengurai massa, petugas juga kerahkan water canon dilokasi simulasi Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota.
Aksi demo di halaman Mapolres Trenggalek ini bukanlah demo yang sebenarnya, namun sebuah simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) menjelang Pemilu Tahun 2024. Sedikitnya ada 237 personel Polres Trenggalek yang terlibak aksi simulasi ini. Selain anggota Polisi, simulasi ini juga melibatkan angota Kodim 0806, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek. Skenario simulasi ini dibuat seperti keadaan yag sebenarnya. Harapannya, jika sampai terjadi karicuhan, personil sudah memahami apa yang harus dilakukan.
Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono, menyampaikan, Saat simulasi Sispamkota, prosesnya juga dilakukan sesuai dengan tahapan Pemilu. Yakni mulai dari tahapan kampanye, masa tenang, pengamanan kantor penyelenggara pemilu, pengawalan distribusi logistik pemilu, hari H pemilu, hingga penetapan hasil pemilu oleh KPU.
Gathut juga menambahkan, dari rangkaian simulasi sispamkota ini, tahapan paling seru saat ada ratusan warga tak terima dengan hasil putusan KPU dan menggelar demo. Puluhan Polwan juga turut diterjunkans ebagai tim negosiator. Karena masa semakin anarkis, akhirnya petugas lakukan tindakan tegas. DIantaranya mengamankan sejumlah provokator, hingga mengurai masa dengan water canon. Selain itu penanganan pemulihan kondisi pasca demo juga turut diperagakan petugas dalam simulasi ini.
Views: 114

















