TRENGGALEK, bioztv.id – 17 Desa di Kabupaten Trenggalek yang tersebar di 3 Kecamatan masuk daerah rawan tsunami. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai susun dokumen bersama. Jika bencana tersebut benar-benar terjadi, bisa dilakukan penanganan yang tepat.
Berdasarkan keterangan Kalaksa BPBD Trenggalek, 17 desa yang masuk daerah rawan tsunami itu tersebar di tiga kecamatan. Yakni di Kecamatan Panggul, Kecamatan Munjungan, dan Kecamatan Watulimo yang notabenenya berada di pesisir selatan Kabupaten Trenggalek. Salah satu fokus dalam antisipasi bencana ini adalah diseminasi informasi Early Warning System (EWS) melalui Warning Receiver System (WRS) BMKG yang berada di BPBD Trenggalek.
Lebih lanjut Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyampaikan, Salah satu upaya penanganan potensi tsunami ini sudah dilakukan penyusunan dokumen bersama BNPB dan BMKG. Langkah ini sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Trenggalek.
Triadi juga menambahkan, untuk memaksimalkan kesiapsiagaan, BPBD Trenggalek juga berupaya memberikan pelatihan serta pendampingan agar 17 desa yang masuk daerah rawan tsunami menjadi desa tangguh bencana mandiri, sehingga masyarakatnya tahu langkah-langkah yang diambil saat bencana itu benar benar terjadi
Views: 62
















