TRENGGALEK, bioztv.id – Komisi II DPRD Trenggalek kembali mengkritik postur anggaran dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Di tengah kebutuhan perbaikan jalan yang masih tinggi, Komisi II justru menemukan alokasi belanja peralatan dan mesin senilai Rp32 miliar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Komisi II menemukan anggaran tersebut saat membahas usulan program bersama OPD mitra kerja. Para anggota dewan menilai sebagian besar belanja modal itu belum menjadi kebutuhan mendesak sehingga pemerintah dapat menundanya.
“Tim kami menemukan alokasi belanja peralatan dan mesin masih menembus kisaran Rp32 miliar. Di dalamnya terselip anggaran pengadaan laptop, komputer, kendaraan dinas, sampai peralatan mesin lainnya,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto.
Mugianto menegaskan pemerintah daerah tidak perlu memaksakan pengadaan peralatan dan mesin tersebut pada tahun anggaran 2027.
Komisi II meminta pemerintah daerah menunda pembelian barang-barang yang belum mendesak agar dapat mengalihkan anggarannya ke pembangunan infrastruktur yang lebih dibutuhkan masyarakat.
Komisi II memasukkan pengadaan laptop, komputer, tablet, sepeda motor dinas, mobil dinas, serta berbagai peralatan kantor ke dalam daftar belanja yang perlu dievaluasi.
“Kami minta OPD menangguhkan dulu pengadaan yang tidak prioritas. Alangkah bijaknya jika anggaran puluhan miliar itu mengalir untuk menyokong belanja infrastruktur,” tegasnya.
DPRD Utamakan Jalan dan Jembatan
Komisi II menilai pemerintah daerah seharusnya lebih memprioritaskan perbaikan jalan rusak, pembangunan jembatan, dan pembenahan fasilitas publik daripada membeli aset baru untuk menunjang operasional dinas.
Kritik terhadap belanja peralatan dan mesin itu juga memperkuat sorotan DPRD terhadap kecilnya porsi anggaran infrastruktur dalam draf awal APBD 2027. Komisi II mencatat pemerintah baru mengalokasikan sekitar delapan persen anggaran untuk sektor infrastruktur. Angka ini jauh di bawah kebutuhan riil pembangunan Kabupaten Trenggalek.
Karena itu, DPRD terus mendorong pemerintah daerah merasionalisasi anggaran dengan memangkas belanja yang tidak menjadi prioritas agar dapat memperbesar porsi belanja publik.
Mugianto menegaskan perubahan komposisi anggaran menjadi langkah penting agar APBD benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. terutama untuk mempercepat perbaikan jalan berlubang, jembatan rusak, sekolah yang membutuhkan rehabilitasi, serta berbagai fasilitas dasar lainnya.(CIA)
Views: 7
















