Buka Tahun 2026, Hujan & Angin Kencang Picu 3 Bencana di 5 Kecamatan Se-Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang memicu sejumlah bencana alam di Kabupaten Trenggalek pada Rabu, 1 Januari 2026. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Trenggalek mencatat tiga kejadian bencana yang tersebar di lima kecamatan dan sembilan desa/kelurahan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menyampaikan bahwa BPBD mengidentifikasi tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem sebagai jenis bencana yang terjadi.

“Pada 1 Januari 2026, kami mencatat tiga kejadian bencana di wilayah Trenggalek. Curah hujan tinggi dan angin kencang memicu kejadian tersebut di sejumlah kecamatan,” ujar Triadi Atmono, Kamis (2/1/2026).

Rincian Kejadian Bencana

BPBD Trenggalek mencatat kejadian tanah longsor dan gerakan tanah di beberapa titik, antara lain:

  • Kecamatan Dongko, tebing di samping rumah warga Dusun Sunarjo RT 11 RW 02, Desa Watuagung, longsor dan mengancam permukiman.
  • Masih di Kecamatan Dongko, material longsoran menjebol tembok rumah warga di Dusun Gondang, Desa Siki.
  • Kecamatan Watulimo, tanah longsor terjadi di Desa Gemaharjo akibat hujan deras.

Selain longsor, BPBD juga mencatat kejadian banjir akibat luapan air hujan yang menggenangi kawasan permukiman warga di salah satu lokasi terdampak.

Sementara itu, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah, di antaranya:

  • Kecamatan Durenan, pohon tumbang menutup akses jalan nasional Durenan–Bandung di RT 06 RW 02, Dusun Krajan, Desa Ngadisuko.
  • Kecamatan Panggul, pohon tumbang menghalangi Jalan Raya Panggul dan ruas jalan nasional Trenggalek–Pacitan, Desa Besuki.
  • Kecamatan Trenggalek, angin kencang merusak delapan rumah warga di RT 26 RW 08, Dusun Sukorejo, Desa Karangsoko.

Kecamatan Watulimo, pohon tumbang menutup jalan alternatif Prigi–Gemaharjo di Desa Gemaharjo serta di Dusun Gandu, Desa Karanggandu.

Dampak dan Penanganan

BPBD mencatat delapan rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat rangkaian bencana tersebut. Hingga saat ini, BPBD tidak menerima laporan korban jiwa.

Triadi menegaskan bahwa BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat. Petugas fokus membersihkan material longsor, memotong pohon tumbang, membuka kembali akses jalan, serta melakukan asesmen kerusakan rumah warga.

“Kami segera melakukan penanganan agar akses jalan kembali normal dan warga dapat beraktivitas dengan aman. Saat ini kami juga masih melakukan pendataan lanjutan,” jelas Triadi.

BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Triadi Atmono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan longsor dan di sekitar jalur pepohonan.

“Kondisi cuaca masih berpotensi hujan disertai angin kencang. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana,” pungkasnya.(CIA)

Views: 82