TRENGGALEK, bioztv.id – Sampaikan jawaban terhadap pandangan umum fraksi fraksi DPRD Trenggalek LKPJ APBD Tahun 2020, Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek turut apresiasi sejumlah kritikan dan masukan wakil rakyat. Pihaknya juga mengakui jika pada masa pandemi ini masih ada sejumlah target pembangunan yang belum terlampaui.
Dalam jawabannya, Wakil bupati menyampaikan jika target pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan pada Tahun 2020 sebesar 5 miliar 152 juta 384 ribu 297 rupiah 24 sen, terealisasi sebesar 5 miliar 112 juta 428 ribu 297 rupiah 24 sen, atau sebesar 99,22% sehingga kurang realisasi sebesar 39 juta 956 ribu rupiah. Meski belum mencapai 100%, namun capaian ini dinilai masih cukup baik. Sementara itu terkait besarnya nilai SILPA, hal itu terjadi tidak semata-mata karena kurang maksimalnya pelaksanaan kegiatan, namun SILPA itu juga bersumber dari pelampauan penerimaan diseluruh sektor baik PAD, transfer, dan pendapatan lain lain yang sah. Selain itu juga disebabkan tidak terserapnya anggaran belanja secara maksimal.
Lebih lanjut Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara menyampaikan, pihaknya juga tuurt berterimakasih terhadap DPRD Trenggalek yang telh mendukung penuh untuk bersinergi dalam proses pelaksanaan APBD Trenggalek pada Tahun 2020 lalu. Ia juga mengakui jika pada masa pandemi COvid-19 ini tidak semua target pembangunan bisa terlampaui, meski demikian pada tahun ini pemkab Trenggalek bisa kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP dari BPK.
Syah Natanegara juga menjelaskan, Terkait adanya realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar 78,52%, diketahui bahwa BTT tidak hanya digunakan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi saja. Namun BTT itu juga digunakan untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang. Beberapa diantaranya seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan daerah.
Views: 0

















