TRENGGALEK, bioztv.id – Hasil pemeriksaan laboratorium kini menentukan nasib operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah. Dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) itu menghentikan sementara distribusi setelah ratusan penerima manfaat mengeluhkan gangguan kesehatan.
Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar bagi pengelola dan pemerintah untuk menentukan langkah berikutnya. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan masalah pada makanan, pengelola harus melakukan evaluasi dan perbaikan sebelum kembali melayani penerima manfaat.
Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Sheilla Ammanda Yanu Fadilla, menegaskan manajemen menghentikan operasional katering sampai tim menemukan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
“Kami memilih untuk menghentikan sementara layanan ini sambil menunggu hasil laboratorium, agar kami tahu pasti apakah gangguan ini bersumber dari makanan atau faktor lain,” ujar Sheilla.
Pengelola juga tidak ingin mengambil risiko sebelum menerima hasil pemeriksaan resmi.
“Saat ini SPPG Tamanan belum bisa menyuplai makanan ke penerima manfaat. Kami juga telah melaporkan keputusan penghentian sementara ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN),” tambahnya.
Labkesda Tak Sanggup, Tim Kirim Sampel Makanan ke Surabaya
Kepala SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, Alfian Surya Riayantana, mengatakan timnya langsung menyiapkan sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Awalnya, pengelola hendak memeriksa sampel di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Trenggalek. Namun, keterbatasan fasilitas membuat tim mengirim sampel tersebut ke laboratorium rujukan di Surabaya.
“Mengenai dugaan keracunan ini, pihak SPPG langsung mengawal pengujian laboratorium makanan pada Rabu (12/8/2026). Karena Labkesda setempat tidak sanggup memprosesnya, kami akhirnya membawa sampel itu ke Surabaya,” jelas Alfian.
Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bukti penting dalam mengungkap penyebab gangguan kesehatan tersebut. Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan resmi yang membuktikan makanan MBG sebagai penyebab utama keluhan para siswa.
441 Penerima Manfaat Mengeluh Sakit
Tim SPPG mencatat keluhan kesehatan muncul di dua sekolah.
Sebanyak 421 penerima manfaat di SMPN 1 Trenggalek dan 20 penerima manfaat di SD Islam Lukman Hakim mengeluhkan gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Dengan demikian, jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan mencapai 441 orang.
Padahal, dapur SPPG Tamanan melayani 11 sekolah dan satu posyandu. Total sasaran penerima manfaat mencapai 2.089 orang.
“Dapur SPPG Tamanan ini sebenarnya melayani 11 sekolah dan satu Posyandu, dengan total penerima manfaat mencapai 2.089 orang,” kata Alfian.
Angka tersebut membuat pengelola dan instansi terkait harus segera memastikan penyebab munculnya keluhan di dua sekolah tersebut.
Lintas Instansi Periksa Dapur dan Alur Produksi
Pengelola SPPG Tamanan bersama sejumlah instansi turun langsung menelusuri kejadian tersebut. Dinas Kesehatan, Polres Trenggalek, dan Kodim ikut memeriksa kondisi penerima manfaat serta dapur SPPG.
“Kami menindaklanjuti kasus ini ke sekolah-sekolah untuk mendata berapa siswa yang terdampak, berapa yang aman, serta menggali reaksi tubuh yang mereka rasakan setelah menyantap makanan,” ungkap Sheilla.(CIA)
Views: 86
















