Stunting Trenggalek Tahun 2019 Sekitar 30%, Dinkes Hanya Data 14,8% ?

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Angka stunting di Kabupaten Trenggalek hingga tahun 2019 ini masih cukup tinggi, meski demikian pendataannya masih ada perbedaan antara data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan data hasil tim internal Dinas kesehatan Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan data yang di rilis oleh  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), data stunting di Kabupaten Treggalek mencapai  sekitar 30%, sedangkan data versi Dinas Kesehatan Trenggalek hanya ada 14,8 % saja. Stunting tersebut tersebar di 28 desa yang ada di empat wilayah Puskesmas, yakni Bendungan, Pandean, Puncanganak, dan Suruh.

Menanggapi masih besarnya angka stunting ini, Wakil Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Menerangkan, untuk proses penanganan Stunting tidak hanya pada anak yang sudah lahir saja, namun harus dilakukan sejak dini, yaitu dengan pemenuhan gizi dan menjaga kesehatan sejak calon ibu memasuki masa subur, ibu hamil, pemberian asi bagi bayi, dan pemberian gizi  tambahan bagi bayi.

Beberapa hal lain yang perlu jadi perhatian untuk menurunkan stunting di Trenggalek antara lain, masih adanya kebiasaan buang air besar sembarangan yang  terjadi di 20 desa, Belum terpenuhinya sumber air bersih di 44 desa, masih adanya balita kurus dan sangat kurus yang  mencapai 4,5 persen, dan inisiasi menyusui dini yang masih mencapai 66%.

Views: 8