Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Kota Besar, RSUD Trenggalek Siapkan Layanan Pasang Ring Jantung

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idWarga Trenggalek yang membutuhkan tindakan pemasangan ring jantung berpeluang menjalani perawatan di daerah sendiri mulai tahun depan. RSUD dr Soedomo Trenggalek kini mempercepat seluruh persiapan untuk menghadirkan layanan kateterisasi jantung (cath lab) pertama di kabupaten tersebut.

Manajemen rumah sakit menggenjot berbagai kebutuhan secara bersamaan. Mereka meningkatkan kompetensi tenaga medis, membangun fasilitas khusus, serta menyiapkan peralatan medis berteknologi tinggi untuk mendukung layanan tersebut.

Kehadiran layanan ini akan menjadi lompatan besar bagi sektor kesehatan di Trenggalek. Selama ini, pasien jantung yang membutuhkan tindakan pemasangan ring harus menjalani rujukan ke rumah sakit di Tulungagung, Kediri, Malang, atau Surabaya dengan waktu tempuh yang lebih panjang dan biaya yang lebih besar.

Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr. Saeroni, mengatakan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal. Manajemen rumah sakit memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebelum membuka layanan tersebut secara resmi.

“Dari sisi SDM, tenaga medis kami masih menjalani program pelatihan yang sudah berjalan. Kami menyiapkan masa persiapan selama satu tahun. Saat ini prosesnya sudah berjalan sekitar enam bulan, sehingga kami tinggal menyelesaikan enam bulan berikutnya,” ujar dr. Saeroni.

Kejar Lelang Gedung 

Selain meningkatkan kemampuan tenaga medis, RSUD dr Soedomo juga mempercepat pembangunan fasilitas fisik yang akan menjadi pusat layanan kateterisasi jantung.

Tim rumah sakit telah menyerahkan dokumen pengadaan pembangunan gedung ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Trenggalek untuk menjalani proses review. Setelah tahapan tersebut selesai, manajemen akan langsung melanjutkan proyek ke tahap lelang.

“Kami sudah menyiapkan desain gedung secara matang. Saat ini dokumen pengadaannya sedang menjalani proses review di UKPBJ. Kami berharap proses lelang bisa segera berjalan,” jelas Saeroni.

Manajemen rumah sakit menargetkan pembangunan gedung selesai pada Oktober 2026. Mereka menyesuaikan target tersebut dengan agenda kunjungan tim Kementerian Kesehatan RI yang akan meninjau kesiapan layanan jantung di RSUD dr Soedomo.

Selain melakukan evaluasi lapangan, Kementerian Kesehatan juga akan menyerahkan bantuan peralatan medis utama untuk mendukung layanan jantung tersebut.

“Pada Oktober nanti, tim Kementerian Kesehatan akan datang untuk meninjau kesiapan rumah sakit. Dalam kesempatan itu, Kemenkes juga akan menyerahkan bantuan peralatan medis canggih untuk RSUD dr Soedomo,” tambahnya.

Fasilitas Cath Lab Tingkatkan Layanan Jantung 

Bantuan dari pemerintah pusat mencakup mesin cath lab atau laboratorium kateterisasi jantung. Dokter spesialis nantinya akan menggunakan fasilitas tersebut untuk mendeteksi penyumbatan pembuluh darah sekaligus melakukan tindakan pemasangan ring jantung.

Kehadiran fasilitas ini akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan jantung di Trenggalek secara signifikan. Pasien yang sebelumnya harus mencari pertolongan ke luar daerah nantinya bisa memperoleh penanganan lebih cepat dan lebih dekat dari tempat tinggal mereka.

Meski begitu, manajemen rumah sakit belum menentukan jumlah pasien yang dapat mereka layani setiap hari. Mereka masih menunggu proses kredensial yang akan menilai kelayakan fasilitas, kompetensi tenaga medis, serta standar pelayanan yang diterapkan rumah sakit.

“Kami menargetkan layanan ini mulai beroperasi pada semester pertama tahun depan atau setelahnya. Untuk kapasitas pelayanan harian, kami masih menunggu hasil proses kredensial yang harus kami selesaikan terlebih dahulu,” terang Saeroni.

Ia menegaskan bahwa proses kredensial menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh layanan berjalan aman, profesional, dan sesuai standar nasional.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, RSUD dr Soedomo akan mencatat sejarah baru dengan menghadirkan layanan pemasangan ring jantung pertama di Kabupaten Trenggalek. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien serangan jantung, mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah, serta meringankan beban biaya dan waktu yang selama ini harus ditanggung masyarakat.(CIA)

Views: 7